Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? Analisis Mendalam Potensi Kenaikan dan Level Kunci

Amalia Citra

Amalia Citra

Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? Analisis Mendalam Potensi Kenaikan dan Level Kunci
Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? Analisis Mendalam Potensi Kenaikan dan Level Kunci

Poros Informasi – 31 Agustus 2026 | Pasar aset kripto kembali diramaikan oleh pergerakan harga Solana (SOL). Setelah mengalami reli kuat yang membawanya menembus level psikologis US$100 dan sempat menyentuh area US$110, SOL kini memasuki fase konsolidasi. Pertanyaan besar yang mengemuka di kalangan investor adalah, Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? Analisis teknikal menunjukkan bahwa meskipun momentum jangka pendek melambat, struktur harga SOL masih dinilai bullish selama mampu mempertahankan sejumlah level support penting.

US$110 Jadi Tembok Pertama Solana dalam Reli Agresif

Data pergerakan harga menunjukkan bahwa Solana sepanjang paruh kedua Agustus menunjukkan performa yang cukup agresif. Pada periode 24-26 Agustus, SOL masih bergerak di sekitar US$95. Namun, lonjakan signifikan terjadi pada 27 Agustus, membawa harganya menyentuh level tertinggi sekitar US$110,38. Sayangnya, penolakan di area US$110 ini sudah menjadi salah satu level yang diantisipasi oleh para analis. Sehari setelah mencapai puncak, harga SOL terkoreksi sekitar 4,58% dan kembali bergerak di kisaran US$104-US$105. Meskipun demikian, dalam sepekan terakhir, SOL masih mencatatkan penguatan sekitar 12%, menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah volatilitas pasar.

Area US$105-US$110 memang menjadi resistance pertama yang krusial setelah SOL berhasil merebut kembali level US$100. Jika resistance ini berhasil ditembus secara meyakinkan, potensi ruang kenaikan yang lebih besar akan terbuka lebar. Namun, kegagalan menembus US$110 tidak serta-merta mengakhiri tren bullish. Koreksi yang terjadi saat ini masih dapat diinterpretasikan sebagai fase konsolidasi internal dalam tren naik, selama harga mampu bertahan di atas struktur support yang terbentuk selama reli Agustus.

Menariknya, sebuah keputusan penting baru-baru ini dilaporkan terkait suplai SOL. Melalui pemungutan suara, komunitas Solana menyetujui pembatalan 18,9 juta token SOL yang sebelumnya akan dicetak setiap hari untuk membayar stakers dan validator. Keputusan ini secara efektif mengurangi laju pencetakan token baru, yang berpotensi memberikan tekanan positif pada kelangkaan dan harga SOL di masa depan.

US$102 dan US$90-US$95: Pertahanan Krusial SOL

Dalam menghadapi potensi koreksi lebih lanjut, para analis memantau beberapa level support kunci. Support pertama yang menjadi perhatian terdekat berada pada kisaran US$102,57–US$106,76. Zona ini merupakan support jangka pendek dan menjadi area pertama yang diuji setelah penolakan dari level US$110. Selama harga mampu bertahan di atas US$102, peluang untuk kembali menguji US$110 masih terbuka. Namun, support ini dinilai relatif lemah dan lebih relevan untuk pergerakan jangka sangat pendek.

Jika level US$102 gagal dipertahankan, perhatian akan bergeser ke zona support yang jauh lebih penting, yaitu di sekitar US$90,46–US$94,83. Area ini dihitung menggunakan indikator Fibonacci retracement dari titik terendah SOL pada 16 Agustus hingga puncak reli terbarunya. Berbeda dengan support US$102, area US$90–US$95 ini dianggap lebih menentukan bagi keberlanjutan struktur kenaikan Solana. Jika terjadi koreksi lebih dalam namun pembeli kembali aktif di area ini, tren bullish masih dapat dipertahankan. Sebaliknya, penutupan harga di bawah US$90,46 berpotensi membatalkan skenario bullish jangka pendek dan membuka ruang koreksi yang lebih besar. Level ini juga tidak terlalu jauh dari sejumlah moving average yang sebelumnya menjadi area konsolidasi SOL sebelum reli menuju US$100.

Target US$133 Masih Terbuka, Namun Perlu Penembusan US$110

Menjawab pertanyaan apakah Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133?, analisis teknikal memberikan sinyal positif dengan catatan tertentu. Jika fase koreksi saat ini berhasil ditahan pada level-level support yang telah diidentifikasi, proyeksi Fibonacci menempatkan target kenaikan SOL berikutnya di sekitar US$133. Dari harga saat ini di kisaran US$105, target tersebut menyiratkan potensi kenaikan sekitar 26%. Namun, untuk mencapai US$133, Solana harus terlebih dahulu berhasil merebut kembali level US$110. Selain itu, level US$120 juga berpotensi menjadi resistance antara sebelum harga menguji area US$130-an.

Analisis teknikal lain menempatkan kisaran US$110–US$125 sebagai area target penting Solana memasuki bulan September. Ini menegaskan bahwa US$133 bukanlah target yang otomatis tercapai hanya karena tren saat ini masih bullish. Pembeli perlu menunjukkan kekuatan melalui breakout meyakinkan di atas US$110 dan kemampuan menjaga harga di atas level tersebut.

ETF Menjadi Penopang Reli SOL

Perlu dicatat bahwa reli Solana sebelumnya juga mendapatkan dukungan signifikan dari meningkatnya permintaan investor institusional. Produk Spot Solana ETF di Amerika Serikat tercatat mengalami beberapa sesi inflow positif pada akhir Agustus. Pada 24 Agustus saja, produk ETF ini memperoleh net inflow sekitar US$33,49 juta. Aktivitas perdagangan produk ETF Solana juga menunjukkan peningkatan. Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) sempat mencetak volume perdagangan harian lebih dari US$126 juta, mencatatkan rekor baru bagi produk tersebut. Dalam tujuh sesi perdagangan, volume totalnya mencapai sekitar US$500 juta. Arus modal institusional ini memberikan dukungan fundamental terhadap reli SOL, meskipun pada akhirnya, harga tetap harus mampu mempertahankan struktur teknikalnya.

Jadi, apakah Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? Untuk sementara, reli Solana belum kehilangan struktur bullish-nya. Harga masih bertahan di atas US$100 setelah kenaikan tajam dari level sekitar US$60 pada Juni. Koreksi setelah menyentuh US$110 dapat dianggap wajar. Tiga level kunci yang perlu dicermati adalah US$102 sebagai support jangka pendek, US$90–US$95 sebagai zona pertahanan utama, dan US$110 sebagai resistance yang harus direbut kembali. Jika SOL mampu bertahan di atas support dan kemudian berhasil breakout US$110, target US$120 hingga US$133 berpotensi kembali menjadi perhatian pasar. Sebaliknya, kehilangan US$102 dapat membawa harga menuju zona US$90–US$95. Jika US$90,46 ikut ditembus, skenario bullish jangka pendek akan melemah secara signifikan. Dengan demikian, koreksi Solana saat ini belum otomatis menjadi tanda berakhirnya reli. Selama US$90–US$95 tetap bertahan, peluang menuju US$133 masih terbuka, namun US$110 tetap menjadi gerbang pertama yang harus dilewati.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar