Likuiditas Bitcoin Menggeliat Lagi: Akankah BTC Pecahkan Rekor US$81.000?

Amalia Citra

Amalia Citra

Likuiditas Bitcoin Menggeliat Lagi: Akankah BTC Pecahkan Rekor US$81.000?
Likuiditas Bitcoin Menggeliat Lagi: Akankah BTC Pecahkan Rekor US$81.000?

Poros Informasi – 31 Agustus 2026 | Pasar aset kripto kembali diramaikan dengan geliat likuiditas yang mulai mengalir deras ke Bitcoin (BTC). Sinyal ini terindikasi dari peningkatan realized capitalization yang melonjak lebih dari US$4,6 miliar dalam sepekan terakhir. Kenaikan signifikan ini bertepatan dengan reli tajam BTC yang sempat menembus level psikologis US$81.000, memicu pertanyaan besar: Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000?

Data terbaru menunjukkan bahwa lonjakan realized capitalization ini merupakan pergerakan jangka pendek terkuat sejak tren bearish Bitcoin dimulai. Realized capitalization, yang berbeda dari kapitalisasi pasar biasa, menghitung nilai setiap Bitcoin berdasarkan harga saat terakhir kali berpindah tangan di blockchain. Peningkatan nilai ini mengindikasikan bahwa modal baru mulai masuk dan membentuk basis biaya yang lebih tinggi di pasar, sebuah pertanda positif bagi kesehatan pasar.

Apa Arti Lonjakan US$4,6 Miliar dalam Likuiditas Bitcoin?

Secara teknis, lonjakan US$4,6 miliar pada realized capitalization bukanlah berarti ada suntikan dana tunai baru sebesar itu yang langsung dibeli. Pergerakan dana antar-wallet atau investor yang menjual asetnya dengan harga berbeda dari biaya perolehannya juga dapat memengaruhi angka ini. Namun, secara umum, ini merupakan indikasi kuat bahwa aktivitas on-chain dan likuiditas mulai bangkit kembali setelah periode stagnasi.

Analisis lebih mendalam dari tim Research Tokocrypto menyarankan agar data ini dibaca dengan hati-hati. Meskipun positif, pertumbuhan realized cap rata-rata 30 hari masih berada di kisaran 0,4%. Ini berarti pasar membutuhkan konsistensi arus likuiditas dalam beberapa pekan ke depan untuk memastikan perubahan tren menuju bull market yang berkelanjutan. Ada kemungkinan sebagian investor yang membeli Bitcoin pada harga tinggi sebelumnya melakukan capitulation (menyerah) saat harga turun drastis. Ketika aset tersebut kemudian dijual dengan harga lebih rendah, realized capitalization dapat terpengaruh meskipun tidak sepenuhnya mencerminkan masuknya modal baru dari luar pasar.

Oleh karena itu, kenaikan realized cap saat ini dinilai sebagai sinyal awal yang konstruktif, namun belum menjadi konfirmasi penuh atas rezim likuiditas baru. Kunci utamanya adalah melihat apakah pertumbuhan ini dapat bertahan dan mendorong rata-rata 30 hari ke atas level 0,4%.

Sinyal Positif dari Institusi dan Stablecoin

Selain realized capitalization, sinyal positif juga datang dari pasar institusional. Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat rangkaian arus masuk positif yang konsisten sepanjang bulan Agustus. Hingga 25 Agustus, dana-dana ini membukukan tujuh sesi perdagangan berturut-turut dengan net inflow mencapai sekitar US$2,57 miliar. BlackRock, melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), menjadi salah satu kontributor terbesar, menunjukkan permintaan institusional yang riil dan bukan sekadar spekulasi leverage.

Permintaan ETF ini sangat penting karena menegaskan bahwa reli Bitcoin tidak sepenuhnya bergantung pada aktivitas leverage atau short squeeze. Arus masuk yang berkelanjutan ini memberikan validitas tambahan terhadap momentum kenaikan harga BTC.

Tidak hanya Bitcoin, pasar stablecoin juga menunjukkan tanda-tanda peningkatan likuiditas. Suplai USDT bertambah sekitar US$2,2 miliar dalam sepekan, sementara USDC meningkat sekitar US$1,8 miliar, dan RLUSD bertambah US$300 juta. Stablecoin merupakan jembatan likuiditas utama dalam ekosistem kripto, dan peningkatannya mengindikasikan ketersediaan modal yang lebih besar untuk dialokasikan ke aset digital.

US$81.000 Menjadi Ujian Krusial Bagi BTC

Pergerakan harga Bitcoin sendiri pada akhir Agustus menunjukkan volatilitas. Setelah reli lebih dari 20% dari kisaran US$63.000–US$65.000 di pertengahan Agustus, BTC sempat menyentuh US$81.265. Namun, level ini terbukti menjadi resistensi kuat, terutama berhadapan dengan moving average 50 minggu di sekitar US$81.085. Bitcoin gagal mempertahankan momentum di atas US$80.000 dan kembali terkoreksi.

Oleh karena itu, zona US$81.000–US$81.500 kini menjadi level teknikal terpenting. Jika BTC berhasil menembus dan bertahan di atas area ini, ini akan menjadi konfirmasi tambahan bahwa momentum bullish berlanjut. Sebaliknya, kegagalan berulang untuk menembus resistensi ini dapat memicu fase konsolidasi atau koreksi lebih lanjut.

Kombinasi antara Likuiditas Bitcoin Kembali Deras, BTC Siap Tembus US$81.000?, arus dana ETF yang positif, dan pertumbuhan stablecoin memang memberikan gambaran optimis. Namun, para analis menekankan perlunya konfirmasi lebih lanjut. Tren jangka panjang realized cap yang belum sekuat lonjakan mingguan, serta resistensi kuat di US$81.000, menjadi faktor yang perlu dicermati. Keberlanjutan arus masuk ETF juga krusial untuk membuktikan permintaan institusional yang solid.

Untuk saat ini, likuiditas memang mulai pulih, memberikan harapan baru bagi para investor. Ujian sebenarnya bagi Bitcoin adalah kemampuannya untuk mempertahankan tren positif ini dan menaklukkan level resistensi US$81.000. Jika berhasil, argumen pergeseran pasar dari bearish ke bullish akan semakin menguat. Namun, jika gagal, fase konsolidasi yang lebih panjang mungkin tak terhindarkan. Dengan demikian, tambahan US$4,6 miliar pada realized capitalization memang sinyal positif, tetapi bukti konklusif kembalinya modal besar ke Bitcoin masih menunggu ujian selanjutnya di level US$81.000.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar