Poros Informasi – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) tengah menyiapkan langkah besar untuk mendominasi pasar logistik nasional dalam lima tahun ke depan. Perusahaan ini mematok target ambisius dengan memproyeksikan pendapatan mencapai Rp568,4 miliar pada tahun 2029, dengan laju pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 8,5 persen.
Untuk mencapai angka fantastis tersebut, KAI Logistik tidak hanya mengandalkan metode konvensional, melainkan mulai menggeser fokus bisnisnya ke arah yang lebih berkelanjutan melalui pengembangan layanan logistik ramah lingkungan atau green freight service.

Transformasi Logistik Berbasis Keberlanjutan
Langkah strategis ini diambil sebagai respons terhadap pergeseran tren industri global yang kini semakin menuntut transparansi dalam rantai pasok. KAI Logistik menyadari bahwa efisiensi logistik tidak lagi cukup jika tidak dibarengi dengan pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK) yang terukur.
Melalui pengembangan green freight service, perusahaan bertujuan memperkuat posisi bisnis angkutan kereta api kontainer. Inisiatif ini diproyeksikan menjadi motor utama dalam mendorong pertumbuhan pendapatan segmen angkutan multikomoditas di masa mendatang.
Strategi Ekspansi dan Optimalisasi Pasar
Selain fokus pada aspek lingkungan, KAI Logistik telah menyusun peta jalan pengembangan bisnis yang komprehensif. Ada tiga pilar utama yang akan dijalankan untuk memastikan target pendapatan tahun 2029 tercapai:
- Pengembangan Green Freight Service: Menawarkan solusi logistik rendah karbon bagi pelanggan.
- Optimalisasi Layanan Ekspor-Impor: Memperkuat konektivitas logistik untuk perdagangan internasional.
- Akuisisi Pelanggan Baru: Memperluas pangsa pasar dengan menyasar sektor-sektor industri yang sedang berkembang.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menegaskan bahwa kebutuhan akan data emisi kini menjadi kebutuhan krusial bagi para pelaku industri. Menurutnya, pelanggan saat ini memerlukan data yang akurat dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon mereka.
"Seiring berkembangnya tuntutan pengungkapan kinerja lingkungan dalam rantai pasok, pelanggan membutuhkan data emisi dari penyedia jasa logistik untuk mendukung pengukuran jejak karbon, penyusunan laporan keberlanjutan, serta pencapaian target dekarbonisasi perusahaan," ujar Yuskal dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).
Dengan integrasi antara efisiensi operasional dan kepatuhan terhadap standar lingkungan, KAI Logistik optimis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus memberikan nilai tambah bagi para mitra bisnisnya di era ekonomi hijau.






