Poros Informasi – Pemerintah kini tengah menyoroti efektivitas pemanfaatan kekayaan negara yang selama ini dinilai masih belum maksimal. Kementerian Keuangan mendorong agar aset-aset milik negara tidak hanya sekadar menjadi objek pencatatan administratif yang bersifat statis, melainkan harus mampu bertransformasi menjadi mesin penggerak ekonomi yang memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat.
Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas keterbatasan ruang fiskal pemerintah dalam mendanai berbagai program pembangunan nasional. Dengan kebutuhan pembiayaan yang terus meningkat, optimalisasi aset negara menjadi kunci utama untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Transformasi DJKN: Dari Administrasi Menuju Strategi
Dalam arahannya, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya pergeseran paradigma di tubuh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Ia menegaskan bahwa DJKN tidak boleh lagi hanya berperan sebagai pengelola administratif (asset administrator) yang fokus pada pendataan dan pemeliharaan fisik semata.
Menjadi Perancang Strategi Aset yang Produktif
Juda Agung menginstruksikan agar DJKN bertransformasi menjadi perancang strategi pengelolaan aset (asset strategist). Perubahan peran ini sangat krusial agar setiap jengkal tanah, bangunan, maupun aset lainnya milik negara dapat dikelola secara lebih produktif dan strategis.
"DJKN perlu memasuki tahap penciptaan nilai (value creation) melalui pemanfaatan aset negara secara lebih optimal," ujar Juda saat membuka Forum Asset Strategist DJKN Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Digitalisasi Melalui Platform EMAS
Sebagai langkah konkret dalam mendukung transformasi tersebut, pemerintah secara resmi meluncurkan platform digital terbaru bernama Executive Monitoring and Analytic System (EMAS) DJKN. Platform ini dirancang untuk memperkuat sistem tata kelola kekayaan negara agar lebih akuntabel, kredibel, dan berbasis data yang presisi.
Dengan hadirnya sistem EMAS, diharapkan pengambilan keputusan terkait pengelolaan aset dapat dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Integrasi teknologi ini menjadi fondasi penting bagi DJKN untuk menjalankan peran barunya dalam memastikan setiap aset negara memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.






