Wajah Baru Gambir: Bakal Terhubung Langsung ke MRT!

Renita

Wajah Baru Gambir: Bakal Terhubung Langsung ke MRT!

Poros Informasi – Rencana besar transformasi infrastruktur transportasi di jantung ibu kota mulai menemui titik terang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) secara resmi mengonfirmasi akan melakukan proyek revitalisasi besar-besaran terhadap Stasiun Gambir. Langkah strategis ini diambil guna menciptakan ekosistem transportasi yang lebih modern dan efisien bagi masyarakat Jakarta.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan rencana tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026). Proyek ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan bagian dari visi besar penataan kawasan pusat pemerintahan dan wisata sejarah.

Wajah Baru Gambir: Bakal Terhubung Langsung ke MRT!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Integrasi Kawasan Monas dan Konektivitas MRT

Salah satu poin paling krusial dalam proyek ini adalah konsep integrasi antarmoda. Stasiun Gambir nantinya tidak akan berdiri sebagai entitas tunggal, melainkan akan menjadi simpul transportasi yang terhubung langsung dengan kawasan Monumen Nasional (Monas) serta jaringan Moda Raya Terpadu (MRT).

Bobby menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian integral dari proyek penataan kawasan Monas secara menyeluruh. Dengan adanya integrasi ini, diharapkan pergerakan penumpang dari kereta api jarak jauh menuju moda transportasi perkotaan seperti MRT dapat berlangsung tanpa hambatan (seamless).

"Kami melakukan percepatan program revitalisasi Stasiun Gambir. Nantinya, kawasan Monas akan ditata menjadi satu kesatuan yang terintegrasi. Tidak hanya stasiun, taman di kawasan Monas juga akan ikut direvitalisasi agar tercipta harmoni antara fungsi transportasi dan ruang terbuka hijau," ujar Bobby kepada awak media.

Skema Pembangunan Dua Tahap Selama Dua Tahun

Mengingat skala proyek yang cukup masif dan lokasinya yang berada di pusat aktivitas nasional, PT KAI telah menyusun strategi pembangunan yang terukur. Bobby memaparkan bahwa proses transformasi ini akan dibagi ke dalam dua fase utama untuk memastikan operasional layanan tetap berjalan optimal selama masa konstruksi.

"Kami sampaikan bahwa revitalisasi Gambir akan dilaksanakan melalui dua tahapan. Secara keseluruhan, proses pembangunan ini diperkirakan akan memakan waktu selama dua tahun ke depan," tambahnya.

Langkah ini diprediksi akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik dari sisi peningkatan efisiensi mobilitas warga maupun peningkatan nilai kawasan di sekitar pusat kota Jakarta. Dengan wajah baru yang lebih modern dan terintegrasi, Stasiun Gambir diharapkan mampu menjadi standar baru bagi layanan transportasi publik di Indonesia.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar