Indonesia Melaju Kencang! Ekonomi Kita Lampaui China dan Jepang

Renita

Indonesia Melaju Kencang! Ekonomi Kita Lampaui China dan Jepang

Poros Informasi – Kabar membanggakan datang dari sektor makroekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III tahun 2026 berhasil mencatatkan angka impresif sebesar 5,47 persen secara year on year (yoy). Capaian ini menjadi catatan penting karena laju ekspansi ekonomi Indonesia tercatat melampaui sejumlah negara mitra dagang utama dunia, termasuk raksasa ekonomi seperti China, Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman.

Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Kamis (5/11/2026), Airlangga menekankan bahwa ketangguhan ekonomi domestik tetap terjaga meski berada di tengah bayang-bayang ketidakpastian global.

Indonesia Melaju Kencang! Ekonomi Kita Lampaui China dan Jepang
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pilar Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Keberhasilan Indonesia dalam mempertahankan tren positif ini tidak lepas dari kombinasi berbagai faktor fundamental. Menurut Airlangga, mesin pertumbuhan ekonomi saat ini digerakkan oleh permintaan domestik yang sangat solid serta kinerja sektor manufaktur yang menunjukkan tren ekspansif.

Konsumsi Rumah Tangga Tetap Jadi Tulang Punggung

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih memegang peranan krusial sebagai motor utama Produk Domestik Bruto (PDB). Tercatat, konsumsi masyarakat mengalami kenaikan sebesar 5,04 persen (yoy). Kontribusi sektor ini sangat dominan, yakni menyumbang sekitar 51,97 persen terhadap total PDB nasional. Hal ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik.

Akselerasi Belanja Pemerintah dan Program Strategis

Selain konsumsi masyarakat, lonjakan signifikan juga terlihat pada sisi pengeluaran pemerintah. Belanja pemerintah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,95 persen (yoy), sebuah angka yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 5,66 persen.

Airlangga menjelaskan bahwa kenaikan belanja ini merupakan dampak langsung dari percepatan realisasi berbagai program strategis pemerintah. Beberapa di antaranya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Performa Perdagangan Luar Negeri dan Sektor Manufaktur

Tidak hanya kuat di pasar domestik, sektor perdagangan internasional Indonesia juga menunjukkan tren penguatan. Kinerja ekspor nasional tumbuh sebesar 4,58 persen (yoy), melampaui capaian pada kuartal sebelumnya yang berada di level 4,07 persen.

Di sisi lain, angka impor juga mengalami kenaikan sebesar 7,31 persen (yoy). Namun, kenaikan impor ini dipandang sebagai sinyal positif bagi industri dalam negeri. Hal ini dikarenakan mayoritas barang yang masuk ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, barang modal, serta kebutuhan penunjang investasi di sektor manufaktur. Dengan meningkatnya kebutuhan input produksi, hal ini diharapkan dapat memperkuat basis industri nasional dalam jangka panjang.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar