Renita

BI Rate Stabil: Menko Airlangga Ungkap Peluang Emas Sektor Riil!

Poros Informasi – Jakarta, 22 Juli 2026 – Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen mendapat respons positif dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Kebijakan moneter yang stabil ini, menurut Airlangga, menjadi angin segar bagi geliat sektor riil, khususnya bagi pelaku usaha dengan skala pendanaan terbatas.

menko airlangga nZBI large
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (22/7/2026), Airlangga Hartarto menyatakan apresiasinya terhadap langkah bank sentral tersebut. Keputusan ini sejalan dengan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada 21-22 Juli 2026. "Ini adalah keputusan yang sangat baik. Kami mengapresiasi BI yang menahan tingkat suku bunga, karena stabilitas ini krusial untuk mendorong pergerakan ekonomi di sektor riil," ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan ini secara spesifik akan memberikan dampak positif bagi segmen usaha yang tidak memiliki akses pendanaan berskala industri besar. Dengan suku bunga yang tidak naik, beban biaya modal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor lain yang bergantung pada pembiayaan perbankan dapat terjaga, sehingga memacu aktivitas ekonomi mereka.

Analisis Kebijakan Moneter dan Prospek Pertumbuhan Kredit

Airlangga menekankan bahwa keberlanjutan suku bunga acuan yang stabil merupakan fondasi penting untuk mendorong ekspansi kredit perbankan. "Dalam situasi ekonomi saat ini, mempertahankan tingkat suku bunga akan sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan sektor kredit. Ini adalah stimulus tidak langsung yang vital bagi dunia usaha," jelasnya.

Stabilitas suku bunga ini juga mengirimkan sinyal positif kepada pasar dan investor mengenai komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Keputusan ini mencerminkan kehati-hatian sekaligus optimisme bank sentral terhadap prospek inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.

Mendorong Resiliensi Ekonomi Nasional

Dengan terjaganya biaya pinjaman, diharapkan sektor-sektor produktif dapat lebih leluasa dalam merencanakan investasi dan ekspansi. Hal ini krusial untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah regional maupun internasional. Kebijakan moneter yang pruden dan terukur ini diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang, memastikan roda perekonomian terus berputar dengan optimal.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar