Poros Informasi – Insiden kebakaran yang menimpa KMP Batumandi di perairan sekitar Pelabuhan Merak, Banten, memicu gelombang aksi kemanusiaan yang luar biasa dari warga lokal. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi memberikan apresiasi mendalam kepada para nelayan dan masyarakat setempat yang bergerak cepat melakukan evakuasi penumpang di tengah situasi darurat tersebut.
Direktur Utama PT ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa bantuan spontan dari masyarakat bukan sekadar aksi penyelamatan, melainkan bentuk nyata dari solidaritas sosial yang sangat krusial dalam manajemen krisis di wilayah perairan.

Sinergi Masyarakat dalam Penanganan Darurat Laut
Dalam keterangan resminya di Jakarta, Heru menekankan bahwa kecepatan respons dari warga sekitar menjadi faktor penentu dalam meminimalisir risiko fatalitas saat insiden terjadi. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para nelayan merupakan aset tak berwujud yang memperkuat sistem keamanan di ekosistem pelabuhan.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nelayan dan masyarakat yang dengan sigap membantu proses evakuasi penumpang KMP Batumandi," ungkap Heru dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (22/10/2026).
Ia menambahkan bahwa di tengah situasi yang mencekam, kehadiran masyarakat untuk membantu sesama memiliki nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Tindakan nyata ini dianggap sebagai cerminan karakter bangsa yang patut diapresiasi oleh seluruh pemangku kepentingan transportasi laut.
Kolaborasi Massal: 20 Kapal Turun Tangan
Data lapangan menunjukkan betapa masifnya bantuan yang datang dari warga sekitar. Tercatat, tidak hanya satu atau dua perahu, melainkan lebih dari 20 kapal milik nelayan setempat terlibat langsung dalam operasi penyelamatan tersebut.
Berikut adalah poin penting terkait keterlibatan warga dalam evakuasi:
- Jumlah Personel: Melibatkan sekitar 58 orang nelayan dan warga sekitar.
- Armada: Lebih dari 20 kapal nelayan turut serta dalam proses evakuasi.
- Fokus Utama: Memastikan keselamatan penumpang di tengah situasi darurat kebakaran.
Heru menjelaskan bahwa kolaborasi antara operator penyeberangan, petugas otoritas terkait, dan masyarakat merupakan elemen fundamental dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat di masa depan.
Sinergi yang tercipta dalam penanganan insiden KMP Batumandi ini menjadi pengingat penting bagi industri transportasi laut bahwa koordinasi yang baik antara pihak profesional dan masyarakat lokal adalah kunci utama dalam mitigasi risiko dan penyelamatan nyawa di laut.






