Amankan Pasokan 18 Tahun, PLN Siapkan Strategi Energi Masa Depan!

Renita

Amankan Pasokan 18 Tahun, PLN Siapkan Strategi Energi Masa Depan!

Poros Informasi – Langkah strategis diambil oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dalam menjamin stabilitas energi nasional. Perusahaan pemasok energi primer milik PLN ini secara resmi telah mengamankan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) dari Wilayah Kerja (WK) Masela. Kesepakatan ini mencakup volume sebesar 2,5 juta ton per tahun (million tonnes per annum/MTPA), atau setara dengan sekitar 40 kargo LNG setiap tahunnya, untuk durasi kontrak selama 18 tahun ke depan.

Secara akumulatif, pasokan ini diproyeksikan mencapai 600 kargo LNG atau setara 37,5 MT. Targetnya, distribusi gas ini mulai mengalir pada akhir tahun 2030 guna menyokong kebutuhan pembangkit listrik di bawah naungan PLN Group di seluruh penjuru tanah air, sekaligus memperkokoh fondasi ketahanan energi nasional.

Amankan Pasokan 18 Tahun, PLN Siapkan Strategi Energi Masa Depan!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menjamin Keandalan Listrik Nasional Melalui Gas Domestik

Plh Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menegaskan bahwa langkah pengamanan energi primer jangka panjang ini merupakan pilar utama bagi PLN Group. Hal ini dilakukan demi menjaga keandalan pasokan listrik serta mengantisipasi lonjakan permintaan energi yang terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi nasional.

"Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela adalah langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang," ujar Rakhmad dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Langkah ini juga selaras dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) periode 2025-2034. Dengan adanya kepastian serapan gas ini, PLN EPI berperan sebagai fundamental buyer yang memberikan kepastian pasar bagi pengembang lapangan hulu migas di Indonesia, sehingga proyek-proyek strategis nasional dapat segera dieksekusi.

Diversifikasi Pasokan Melalui Portofolio South Hub

Tidak hanya bergantung pada satu sumber, PLN EPI tengah gencar melakukan diversifikasi portofolio untuk memitigasi risiko pasokan. Salah satu strategi utamanya adalah pengembangan South Hub yang mengintegrasikan berbagai wilayah kerja migas lainnya.

Beberapa wilayah kerja yang akan menjadi bagian dari skema South Hub meliputi Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, hingga West Ganal. Rencana pasokan dari jalur ini diproyeksikan berjalan pada periode 2027 hingga 2037 dengan total volume mencapai sekitar 191 kargo LNG atau setara 11,2 MT.

Penguatan Infrastruktur Midstream untuk Distribusi Optimal

Guna memastikan gas yang telah diamankan dapat tersalurkan dengan efisien, PLN EPI juga fokus pada penguatan infrastruktur midstream. Hal ini krusial agar LNG dapat menjangkau berbagai sistem kelistrikan di wilayah terpencil sekalipun.

Strategi pengembangan infrastruktur ini mencakup pembangunan empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Rangkaian infrastruktur ini dirancang untuk mengelola seluruh rantai pasok, mulai dari proses penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi, hingga tahap akhir penyaluran gas ke unit-unit pembangkit listrik di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar