Poros Informasi – Tragedi kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus lalu menyisakan luka mendalam bagi masyarakat setempat. Tak sekadar kehilangan tempat berteduh, musibah tersebut turut melumpuhkan roda ekonomi warga yang selama ini bergantung pada sektor kerajinan tradisional.
Bagi penduduk Sade, api tidak hanya menghanguskan bangunan fisik, tetapi juga melenyapkan alat-alat produksi dan ruang usaha yang menjadi tumpuan hidup keluarga. Kehilangan ini menciptakan efek domino terhadap daya beli dan produktivitas masyarakat di desa wisata tersebut.

Pemulihan Ekonomi Melalui Pemberdayaan UMKM
Dalam upaya memulihkan kondisi ekonomi pascabencana, kolaborasi antara PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan BRI Insurance (BRINS) menjadi angin segar bagi para penyintas. Fokus utama dari bantuan ini bukan hanya pada bantuan logistik, melainkan pada upaya mengembalikan kapasitas produksi warga agar dapat kembali mandiri secara finansial.
Salah satu dampak nyata dari kehilangan ini dirasakan oleh Heppy Susanti, seorang pengrajin kain tenun sekaligus nasabah PNM Mekaar. Baginya, kehilangan tempat usaha adalah pukulan terberat karena menenun adalah sumber pendapatan utama keluarganya.
"Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi," tutur Heppy dengan nada getir saat menceritakan kondisi pascakebakaran.
Dukungan Berkelanjutan untuk Kemandirian Warga
Kehadiran lembaga keuangan seperti PNM di tengah masa sulit memberikan dampak psikologis dan ekonomi yang signifikan. Heppy mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, namun merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan yang membantu warga untuk berani memulai kembali dari nol.
"Saya sangat terharu saat PNM datang hanya dua hari setelah kebakaran untuk memberikan bantuan awal. Kini, mereka kembali dengan bantuan yang jauh lebih bermakna untuk pemulihan kami. Terima kasih telah merangkul kami sejak awal hingga saat ini," tambah Heppy.
Langkah strategis yang diambil oleh PNM dan BRINS ini menunjukkan pentingnya peran sektor keuangan dalam mitigasi risiko sosial-ekonomi pascabencana. Dengan memberikan dukungan pada alat kerja dan modal usaha, diharapkan masyarakat Desa Adat Sade dapat segera bangkit, mengaktifkan kembali aktivitas ekonomi kreatif mereka, dan menjaga keberlangsungan tradisi tenun yang menjadi ikon wisata Lombok Tengah.






