Poros Informasi – Kabar gembira bagi geliat ekonomi dan pariwisata Jawa Barat. Bandara Husein Sastranegara di Bandung dipastikan akan kembali menyandang status sebagai bandara internasional, sebuah langkah strategis yang diharapkan membuka kembali gerbang konektivitas global bagi kota kembang. Penetapan status internasional ini ditargetkan akan diumumkan secara resmi pada Oktober 2026, menandai era baru bagi mobilitas udara di wilayah tersebut.
Revitalisasi Status Internasional dan Dampak Ekonomi

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa evaluasi penetapan status internasional Bandara Husein Sastranegara sedang berlangsung intensif. Rencananya, bandara ini akan melayani penerbangan internasional ke tiga destinasi utama yang memiliki koneksi kuat dengan Indonesia: Johor Bahru, Kuala Lumpur, dan Singapura.
"Bandung pasti (internasional), karena di sana ada lima maskapai yang beroperasi dan akan melayani tiga kota internasional," ujar Lukman pada Minggu (23/8/2026), menunjukkan optimisme pemerintah terhadap potensi rute-rute tersebut. Kembalinya status internasional ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi di wilayah Bandung Raya. Potensi peningkatan devisa dan penciptaan lapangan kerja menjadi sorotan utama dari kebijakan ini.
Minat Maskapai dan Prospek Rute Baru
Antusiasme dari maskapai penerbangan terlihat jelas dengan adanya beberapa pengajuan untuk melayani rute internasional dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara. Lukman menyebutkan, TransNusa, Scoot, AirAsia, dan Malindo Air adalah beberapa di antaranya yang telah menyatakan minat kuat untuk menghubungkan Bandung dengan Kuala Lumpur, Johor Bahru, dan Singapura. Permintaan ini menjadi indikator kuat akan potensi pasar yang besar dan kebutuhan konektivitas internasional yang tinggi dari dan menuju Bandung.
Proses pembukaan rute internasional ini diperkirakan membutuhkan komitmen dari setidaknya dua maskapai untuk setiap rute yang diajukan. "Kita perkirakan Oktober lah buka, karena prosesnya sedang berlangsung sekarang," tambah Lukman, menekankan bahwa seluruh tahapan evaluasi dan perizinan sedang dikebut untuk memastikan kelancaran operasional. Persiapan matang ini krusial untuk menjaga reputasi dan efisiensi layanan bandara.
Kesiapan Infrastruktur dan Dukungan Penerbangan Domestik
Kementerian Perhubungan telah proaktif dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan, baik domestik maupun internasional. Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan (PPRP) telah diterbitkan untuk sejumlah maskapai yang beroperasi dari Bandara Husein Sastranegara.
Maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, Super Air Jet, Susi Air, dan Wings Air telah mengantongi PPRP untuk rute domestik mereka, menunjukkan kesiapan operasional bandara dalam melayani pergerakan penumpang. Sementara itu, TransNusa masih dalam proses pengurusan PPRP, namun minatnya pada rute internasional tetap menjadi fokus. Kesiapan infrastruktur dan dukungan regulasi ini menjadi fondasi penting dalam menyambut kembali era penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang utama Indonesia di kancah global.






