Bank Jago Tutup Jutaan Rekening: Ada Apa Sebenarnya?

Renita

Poros Informasi – Langkah strategis diambil oleh PT Bank Jago Tbk (ARTO) dengan menutup 1,6 juta rekening nasabah yang tidak aktif pada kuartal II-2026. Keputusan ini, yang mungkin terdengar drastis, merupakan bagian dari upaya perseroan untuk meningkatkan kualitas basis pengguna sekaligus mematuhi regulasi ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Strategi Pembersihan Rekening Demi Kualitas dan Kepatuhan

Bank Jago Tutup Jutaan Rekening: Ada Apa Sebenarnya?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Bank Jago, Supranoto Prajogo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, fokus perusahaan kini telah bergeser secara signifikan dari sekadar mengejar angka kuantitas pengguna menuju peningkatan kualitas dan aktivitas transaksi nasabah. Pembersihan rekening pasif ini diterapkan secara otomatis bagi nasabah yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi maupun tidak memiliki saldo selama satu tahun penuh, atau 365 hari.

"Sejak kuartal keempat tahun lalu, kami juga untuk menjawab peraturan baru dari OJK terkait dengan dormant account. Jadi untuk nasabah yang tidak aktif, tidak melakukan transaksi dan tidak memiliki saldo selama 365 hari, kami melakukan penutupan rekening secara otomatis," ungkap Supranoto dalam Public Expose Live 2026, seperti dikutip dari porosinformasi.co.id.

Transformasi Fokus: Dari Kuantitas ke Kualitas Basis Pengguna

Pergeseran paradigma ini mencerminkan tren yang semakin kuat di industri perbankan digital. Di tengah persaingan yang ketat, bank-bank digital dituntut untuk tidak hanya menarik banyak pengguna, tetapi juga memastikan bahwa pengguna tersebut aktif dan memberikan kontribusi nyata terhadap ekosistem keuangan digital. Bank Jago, dengan langkah ini, menegaskan komitmennya untuk membangun fondasi bisnis yang lebih sehat dan berkelanjutan, di mana kualitas interaksi nasabah menjadi prioritas utama.

Implikasi dan Proyeksi Kinerja Bank Jago

Proses pembersihan rekening pasif ini, menurut Supranoto, telah berlangsung secara bertahap. Pada kuartal IV 2025, Bank Jago telah menutup sekitar 1,2 juta rekening dormant. Angka ini kemudian meningkat signifikan pada kuartal II 2026 dengan penutupan tambahan 1,6 juta rekening.

"Di tahun lalu, di kuartal keempat, kami melakukan penutupan sebesar 1,2 juta nasabah. Dan di kuartal kedua tahun ini, kami melakukan penutupan sebesar 1,6 juta nasabah," jelasnya.

Meskipun jumlah rekening aktif secara nominal akan berkurang, langkah ini diharapkan dapat menciptakan basis nasabah yang lebih solid dan engaged. Hal ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya pengelolaan rekening tidak aktif, serta memperbaiki metrik-metrik keuangan penting seperti rasio biaya terhadap pendapatan.

Keputusan ini juga menunjukkan keseriusan Bank Jago dalam mematuhi regulasi OJK yang bertujuan menjaga stabilitas dan integritas sistem keuangan. Dengan basis nasabah yang lebih berkualitas, Bank Jago diharapkan dapat lebih fokus dalam mengembangkan produk dan layanan inovatif yang benar-benar relevan bagi pengguna aktifnya, sehingga mendorong pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar