Poros Informasi – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, angkat bicara terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab memastikan ketersediaan BBM secara nasional, namun kelangkaan di SPBU swasta menjadi urusan pelaku usaha.
Pemerintah Jamin Stok BBM Nasional Aman

Bahlil membantah adanya kelangkaan BBM secara umum di Indonesia. Ia menyatakan bahwa stok BBM, termasuk RON 92, RON 95, RON 98, dan Pertalite (RON 90), masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam 18 hingga 21 hari ke depan.
Kelangkaan di SPBU Swasta: Ranah Bisnis
Menanggapi keluhan mengenai kelangkaan BBM di SPBU swasta, Bahlil menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan persoalan bisnis antara perusahaan. Pemerintah, menurutnya, hanya bertugas memberikan panduan dan telah memberikan kuota impor yang sesuai.
"Kami hanya memberi panduan. Kuota impornya pun (untuk BBM swasta) sudah kami berikan sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumnya," ujar Bahlil, seperti dilansir porosinformasi.co.id.
Pemerintah bahkan telah memberikan tambahan kuota impor sebesar 10% untuk tahun 2025, sehingga total kuota impor BBM untuk SPBU swasta menjadi 110% dibandingkan tahun 2024.
Solusi: SPBU Swasta Impor BBM Lewat Pertamina
Meskipun telah diberikan tambahan kuota, SPBU swasta seperti Shell dan BP tetap mengalami kelangkaan BBM sejak pertengahan Agustus. Untuk mengatasi masalah ini, Bahlil mengungkapkan bahwa dalam rapat bersama para pengelola SPBU swasta, disepakati bahwa Shell, Vivo, BP, dan Exxon Mobil akan membeli stok BBM tambahan melalui skema impor yang difasilitasi oleh Pertamina.






