Bio Farma ‘Suntik’ Hemat 40% Biaya Operasional dengan Jurus PGN!

Renita

Poros Informasi – PT Bio Farma (Persero), sebagai salah satu produsen farmasi strategis nasional, mengambil langkah progresif dalam mengoptimalkan efisiensi energi dan memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan. Melalui kemitraan strategis dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha Subholding Gas Pertamina, Bio Farma kini beralih menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi utama di fasilitas produksinya yang berlokasi di Bandung. Inisiatif ini tidak hanya diproyeksikan mampu memangkas biaya energi hingga 40 persen, tetapi juga menandai tonggak penting dalam upaya transisi energi bersih di sektor kesehatan Indonesia.

Terobosan Energi Bersih di Sektor Kesehatan

Bio Farma 'Suntik' Hemat 40% Biaya Operasional dengan Jurus PGN!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kerja sama yang diresmikan pada Rabu, 15 Juli 2026, ini merupakan langkah perdana bagi Bio Farma dalam mengadopsi CNG untuk operasional produksinya. Penggunaan gas bumi terkompresi ini sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Bagi Bio Farma, langkah ini juga merupakan manifestasi nyata dari implementasi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam setiap aspek bisnisnya.

Komitmen Bio Farma pada Keberlanjutan dan Efisiensi

Direktur Operasi Bio Farma, Iin Susanti, menegaskan bahwa adopsi CNG ini adalah bagian integral dari visi perusahaan. "Bio Farma berkomitmen untuk menerapkan implementasi prinsip ESG, salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar yang rendah emisi dan lebih ramah lingkungan seperti CNG," ujar Iin dalam keterangan resmi yang diterima Poros Informasi, Kamis (16/7/2026). Penggunaan CNG diharapkan tidak hanya mengurangi jejak karbon operasional, tetapi juga memberikan dampak positif signifikan pada struktur biaya perusahaan, dengan estimasi penghematan biaya energi mencapai 40 persen. Efisiensi ini krusial untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan produksi produk-produk farmasi esensial.

Peran Strategis PGN Gagas dalam Mendukung Industri Esensial

Di sisi lain, Direktur Utama Gagas Energi Indonesia, Santiaji Gunawan, menyoroti pentingnya perluasan akses CNG ke sektor-sektor vital. "Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan," kata Santiaji. Ia menekankan bahwa keandalan pasokan energi di fasilitas produksi strategis seperti Bio Farma adalah mutlak, mengingat dampaknya yang langsung pada kesinambungan layanan kesehatan publik. Kemitraan ini juga memperkuat sinergi antara Holding BUMN Farmasi dan Subholding Gas Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional dan percepatan transisi menuju energi yang lebih hijau.

Mengukuhkan Portofolio Gaslink dan Ketahanan Energi Nasional

PGN Gagas, sebagai entitas di bawah PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) yang merupakan Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus berperan aktif dalam penyediaan energi bersih bagi industri. Kerja sama dengan Bio Farma ini turut memperkaya portofolio pelanggan layanan Gaslink, solusi CNG unggulan dari PGN Gagas yang ditujukan untuk sektor industri dan komersial.

Hingga Juni 2026, layanan Gaslink telah menjangkau lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran gas mencapai hampir 11 BBTUD. Angka ini mencerminkan peningkatan kepercayaan pasar terhadap CNG sebagai alternatif energi yang tidak hanya efisien secara ekonomis tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ekspansi ini tidak hanya mendukung pertumbuhan bisnis PGN Gagas, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap upaya Indonesia dalam mencapai target bauran energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar