Poros Informasi – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, berkolaborasi dengan PT Jasa Marga, baru-baru ini melakukan inspeksi mendalam guna memastikan kesiapan operasional ruas Jalan Tol Prambanan – Purwomartani. Proyek infrastruktur vital ini ditargetkan mampu melayani arus mudik dan balik Lebaran tahun 2027, menandai langkah maju dalam upaya pemerintah mengurai kemacetan di jalur strategis Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, secara spesifik menyoroti kesiapan flyover exit Purwomartani. Beliau menekankan pentingnya fungsionalitas dua arah pada periode krusial arus mudik dan balik Lebaran 2027. "Setelah peninjauan langsung, Dirjen Aan mengonfirmasi bahwa progres pembangunan yang diemban oleh Jasa Marga telah memenuhi seluruh persyaratan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), sebuah aspek krusial dalam penyelenggaraan jalan tol," ujarnya, seperti dikutip oleh porosinformasi.co.id pada Minggu (5/7/2026).

Dampak Ekonomi dan Sosial
Pengoperasian ruas tol ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk mengurai simpul kemacetan lalu lintas yang kerap terjadi di jalan nasional Solo – Yogyakarta, khususnya saat periode libur panjang. Volume kendaraan yang melonjak drastis selama musim mudik seringkali menyebabkan penumpukan dan perlambatan signifikan, menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Kehadiran tol ini diharapkan dapat mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata.
Optimalisasi Mobilitas Masyarakat
Dirjen Aan mengungkapkan harapannya bahwa keberadaan tol ini nantinya akan secara signifikan mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat. Dengan mengalihkan sebagian besar arus kendaraan dari jalan nasional menuju flyover Purwomartani Candi Boko, diharapkan perjalanan menjadi lebih lancar dan efisien. Hal ini tidak hanya mengurangi waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik serta pengguna jalan lainnya, memberikan dorongan positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal di sekitar jalur tol.






