Kemnaker Pakai AI, Seleksi Magang Kini Makin Ketat!

Renita

Kemnaker Pakai AI, Seleksi Magang Kini Makin Ketat!

Poros Informasi – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi melakukan langkah transformatif dalam mengelola Program Magang Nasional melalui platform MagangHub. Tidak tanggung-tanggung, teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini diintegrasikan ke dalam sistem untuk memperketat proses verifikasi serta seleksi, baik bagi mitra penyelenggara maupun para calon peserta magang.

Langkah digitalisasi ini diambil untuk memastikan transparansi dan akurasi data dalam skala besar. Dengan volume pendaftar yang masif, penggunaan AI dianggap menjadi solusi paling efektif untuk memitigasi risiko ketidaksesuaian data yang selama ini sulit dideteksi secara manual.

Kemnaker Pakai AI, Seleksi Magang Kini Makin Ketat!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Digitalisasi Verifikasi: Memastikan Kredibilitas Mitra

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengungkapkan bahwa peran AI dalam tahap awal adalah melakukan audit terhadap mitra penyelenggara. Teknologi ini bekerja dengan cara membedah keterkaitan antar-kelompok perusahaan guna memastikan tidak ada monopoli atau kendali tunggal oleh operator tertentu.

Menilai Kewajaran Kuota dan Bonafiditas Perusahaan

Selain memeriksa struktur kepemilikan perusahaan, AI juga bertugas menilai aspek kewajaran dalam pengajuan kuota peserta. Kemnaker ingin memastikan bahwa jumlah peserta yang diajukan oleh sebuah perusahaan selaras dengan kapasitas operasional dan kredibilitas perusahaan tersebut.

"Kami memanfaatkan AI untuk memantau apakah ada kelompok perusahaan yang berada di bawah kendali satu operator, menilai bonafiditas mereka, serta memastikan kuota yang diusulkan tetap masuk akal dibandingkan kapasitas perusahaan," jelas Cris pada Selasa (29/9/2026).

Deteksi Pola Tidak Lazim pada Seleksi Peserta

Tidak hanya menyasar perusahaan, kecerdasan buatan ini juga menjadi "penjaga gerbang" dalam proses seleksi peserta magang. AI akan menganalisis berbagai parameter pendaftaran untuk mendeteksi adanya anomali atau pola yang tidak wajar dalam proses rekrutmen.

Filter Ketat Berdasarkan Wilayah dan Latar Belakang Pendidikan

Beberapa parameter utama yang dipantau oleh sistem AI meliputi sebaran wilayah asal peserta, kesesuaian program studi, hingga konsentrasi asal institusi pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga pemerataan kesempatan bagi seluruh pencari kerja di Indonesia.

Cris memberikan contoh konkret mengenai bagaimana AI bekerja dalam mendeteksi ketidakwajaran. Sistem akan memberikan tanda (flagging) jika ditemukan kondisi di mana peserta pada satu perusahaan tertentu ternyata didominasi oleh alumni dari kampus yang sama secara tidak wajar.

"AI membantu kami melihat pola yang tidak lazim, seperti peserta yang terkonsentrasi dari satu kampus tertentu, mayoritas berasal dari luar wilayah perusahaan, atau bahkan ketika program studi peserta tidak relevan dengan kualifikasi lowongan yang dibuka," tambah Cris.

Dengan implementasi teknologi ini, Kemnaker berharap Program Magang Nasional dapat berjalan lebih objektif, inklusif, dan mampu menjaring talenta-talenta terbaik yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar