Masa Depan Tenun Sade: Pertamina Suntik Modal Pemulihan Ekonomi

Renita

Masa Depan Tenun Sade: Pertamina Suntik Modal Pemulihan Ekonomi

<strong>Poros Informasi – Upaya membangkitkan kembali roda ekonomi di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, kini mendapat angin segar. Pasca musibah kebakaran hebat yang melanda pada Agustus lalu, para perajin tenun lokal sempat terpuruk akibat kehilangan alat produksi dan tempat usaha. Namun, langkah konkret diambil oleh PT Pertamina (Persero) untuk memastikan warisan budaya Sasak ini tidak punah begitu saja.

Menghidupkan Kembali Tradisi Sasak yang Sempat Padam

Masa Depan Tenun Sade: Pertamina Suntik Modal Pemulihan Ekonomi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Musibah kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus tersebut tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi ekonomi masyarakat. Toko seni, lumbung, hingga Bale Baleq yang menjadi pusat aktivitas budaya dan ekonomi warga mengalami kerusakan serius. Kondisi ini secara langsung memutus mata pencaharian warga yang selama ini bergantung pada kerajinan tenun, penjualan suvenir, hingga jasa pemandu wisata.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Pertamina bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan berupa 45 unit alat tenun baru. Langkah ini bukan sekadar pemberian bantuan fisik, melainkan sebuah strategi untuk memulihkan produktivitas masyarakat agar mereka dapat kembali menghasilkan pendapatan bagi keluarga.

Pendampingan Intensif: Lebih dari Sekadar Alat

Menyadari bahwa pemulihan ekonomi memerlukan lebih dari sekadar perangkat kerja, Pertamina juga mengintegrasikan program ini dengan pendampingan pelatihan. Hal ini bertujuan agar para perajin tidak hanya mampu menggunakan alat baru, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas produksi mereka guna bersaing di pasar wisata yang lebih luas.

Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di area Pertamina Mandalika International Circuit dalam rangkaian acara Festival. Penyerahan ini menjadi simbol komitmen perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat lokal.

Strategi Pemulihan Wisata Budaya Berkelanjutan

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa fokus utama dari bantuan ini adalah membantu warga agar kembali produktif. Dengan kembalinya aktivitas menenun, diharapkan daya tarik wisata budaya di Desa Adat Sade dapat pulih secara bertahap.

Pemulihan ekonomi di Desa Sade memiliki efek domino yang signifikan. Jika para perajin kembali berkarya, maka ekosistem pariwisata di sekitar kawasan Mandalika akan ikut terdongkrak, mulai dari sektor jasa pemandu hingga perputaran uang di sektor UMKM lokal. Melalui sinergi ini, Pertamina berupaya memastikan bahwa tradisi tenun Sasak tetap lestari sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh bagi masyarakat Lombok Tengah.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar