Nasib Nelayan di Era Prabowo-Gibran: Harapan atau Sekadar Anggaran?

Renita

Nasib Nelayan di Era Prabowo-Gibran: Harapan atau Sekadar Anggaran?

Poros Informasi – Dinamika sektor kelautan dan perikanan Indonesia memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Di tengah ambisi memperkuat ekonomi biru, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mulai memberikan sorotan kritis terhadap arah kebijakan pemerintah yang tengah berjalan.

Meski terdapat optimisme terhadap sejumlah program strategis, organisasi tersebut menekankan bahwa keberhasilan sektor ini tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas atau sekadar kemegahan infrastruktur fisik semata.

Nasib Nelayan di Era Prabowo-Gibran: Harapan atau Sekadar Anggaran?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tantangan Implementasi di Balik Alokasi Anggaran Besar

KNTI memberikan catatan penting bahwa efektivitas kebijakan kelautan sangat bergantung pada ketepatan sasaran di lapangan. Menurut mereka, besarnya anggaran yang dikucurkan negara tidak akan memberikan dampak signifikan jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang ketat dan keterlibatan langsung dari komunitas pesisir.

Dalam perspektif ekonomi kerakyatan, dukungan pendanaan negara seharusnya diarahkan untuk memperkuat ekosistem usaha perikanan secara menyeluruh. Tujuannya jelas: menciptakan kemandirian ekonomi bagi nelayan kecil sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut agar tidak dieksploitasi secara berlebihan.

Transparansi dan Tata Kelola sebagai Kunci Utama

Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menegaskan bahwa peningkatan alokasi anggaran harus berjalan beriringan dengan perencanaan yang matang dan tata kelola yang transparan. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terjebak pada capaian administratif atau penyediaan fasilitas fisik yang tidak tepat guna.

"Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat di pesisir, bukan sekadar mengejar target produksi," ungkapnya dalam sebuah pernyataan.

Program KNMP dan Modernisasi: Menanti Dampak Nyata

Salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung kesejahteraan nelayan jika dikelola dengan pendekatan yang humanis dan berbasis kebutuhan lokal.

Selain KNMP, terdapat beberapa agenda strategis lainnya yang tengah dipantau oleh KNTI, di antaranya:

  • Pengembangan budi daya ikan tematik untuk diversifikasi pendapatan nelayan.
  • Program swasembada garam guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Modernisasi kapal perikanan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi tangkapan.

Kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah pusat, serta masyarakat pesisir menjadi kunci agar momentum kebijakan ini tidak terbuang percuma. Tanpa sinergi yang kuat, program-program besar tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi proyek pembangunan tanpa menyentuh akar permasalahan kemiskinan di wilayah pesisir Indonesia.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar