Rahasia Cukai Diungkap! Popok & Tisu Basah Jadi Incaran Pemerintah?

Renita

Rahasia Cukai Diungkap! Popok & Tisu Basah Jadi Incaran Pemerintah?

Poros Informasi – Pemerintah tengah mempertimbangkan perluasan objek cukai ke sejumlah barang konsumsi sehari-hari. Langkah ini terungkap dalam dokumen resmi Kementerian Keuangan yang memicu perbincangan hangat di kalangan pelaku industri dan masyarakat.

Menkeu Kaji Potensi Cukai Produk Sehari-hari

Rahasia Cukai Diungkap! Popok & Tisu Basah Jadi Incaran Pemerintah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengisyaratkan potensi pengenaan cukai pada produk-produk yang selama ini dianggap kebutuhan dasar. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Kemenkeu Tahun 2025-2029.

Diapers, Tisu Basah, dan Alat Makan Sekali Pakai Masuk Radar

Dalam dokumen tersebut, disebutkan bahwa Kemenkeu telah melakukan kajian potensi cukai terhadap diapers (popok bayi), alat makan dan minum sekali pakai, serta ekstensifikasi cukai tisu basah. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mempertimbangkan penambahan objek cukai demi meningkatkan penerimaan negara.

Bukan Hanya Produk Sehari-hari, Pangan Bernatrium Juga Dilirik

Selain produk-produk kebersihan dan perlengkapan makan, Kemenkeu juga melakukan kajian terhadap produk pangan olahan bernatrium dalam kemasan. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pemerintah akan turut mengenakan cukai pada makanan dan minuman yang mengandung kadar natrium tinggi?

Kajian serupa juga dilakukan terhadap barang mewah, minuman berpemanis dalam kemasan, berbagai produk plastik, sepeda motor, batu bara, dan pasir laut. Langkah ini menunjukkan ambisi pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari berbagai sektor.

Langkah ini tentu akan berdampak pada harga jual produk-produk tersebut di pasaran. Konsumen perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga jika rencana ini benar-benar direalisasikan. Sementara itu, pelaku industri diharapkan dapat beradaptasi dengan kebijakan baru ini agar tetap kompetitif.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar