Siap-siap Agustus! Harga BBM Pertamina: Pertamax Bisa Turun Drastis?

Renita

Poros Informasi – Menjelang pergantian bulan dari Juli ke Agustus 2026, perhatian publik, khususnya para pengguna kendaraan bermotor, tertuju pada potensi perubahan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi Pertamina. Hari ini, 31 Juli 2026, spekulasi mengenai penyesuaian harga untuk bulan depan semakin menguat, terutama setelah Pertamina Patra Niaga sempat menurunkan beberapa jenis BBM non-subsidi di awal bulan ini. Di sisi lain, pemerintah telah memberikan jaminan terkait stabilitas harga BBM bersubsidi, menawarkan sedikit kelegaan di tengah dinamika pasar energi.

Dinamika Harga BBM Non-Subsidi: Menanti Keputusan 1 Agustus

Siap-siap Agustus! Harga BBM Pertamina: Pertamax Bisa Turun Drastis?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penurunan Harga di Awal Juli: Preseden Positif?

Pada tanggal 1 Juli 2026 lalu, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian harga ke bawah untuk beberapa produk BBM non-subsidi, meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Langkah ini, yang berlaku efektif sejak pukul 00.00 WIB, menjadi preseden positif yang memicu harapan akan adanya penurunan serupa untuk jenis BBM non-subsidi lainnya, khususnya Pertamax, pada awal Agustus mendatang. Pasar kini menanti apakah tren positif ini akan berlanjut.

Fluktuasi Minyak Dunia Jadi Kunci

Keputusan mengenai harga BBM non-subsidi per 1 Agustus 2026 sangat bergantung pada dinamika harga minyak mentah global. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah intens menghitung harga keekonomian Pertamax, mempertimbangkan fluktuasi harga komoditas energi dunia yang kerap bergejolak akibat faktor geopolitik. Setelah sempat menyentuh angka di atas USD100 per barel, harga minyak dunia kini menunjukkan tren penurunan. Data terkini mencatat minyak mentah Brent berada di kisaran USD83,86 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada level USD80,73 per barel.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, pada Rabu (29/7/2026), menjelaskan bahwa perhitungan harga akan melibatkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Pertamina ditambah margin keuntungan. "Kami dari Kementerian ESDM akan menganalisis harga keekonomiannya," ujarnya. Yuliot menambahkan, jika rata-rata harga minyak dunia menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan periode sebelumnya, ada peluang besar bagi Pertamina untuk menyesuaikan harga Pertamax ke bawah. Pengumuman resmi penyesuaian harga BBM, sesuai praktik yang berlaku, akan dilakukan setiap tanggal 1 bulan berjalan.

Jaminan Stabilitas Harga BBM Subsidi hingga Akhir Tahun

Komitmen Pemerintah untuk Pertalite

Berbeda dengan segmen non-subsidi yang penuh ketidakpastian, pemerintah telah memberikan kepastian terkait harga BBM bersubsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa harga BBM subsidi, termasuk Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026. "Kami menjamin bahwa harga BBM subsidi akan tetap stabil sesuai dengan ketetapan yang berlaku saat ini," ujar Bahlil di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026). Komitmen ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat dan menstabilkan inflasi di tengah gejolak ekonomi global.

Dengan demikian, konsumen diharapkan untuk tetap memantau pengumuman resmi dari Pertamina dan Kementerian ESDM pada 1 Agustus 2026 untuk mengetahui detail penyesuaian harga BBM non-subsidi. Sementara itu, bagi pengguna Pertalite, dapat bernapas lega dengan jaminan stabilitas harga yang telah diberikan pemerintah.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar