Poros Informasi – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melakukan penyegaran di jajaran kabinet dengan melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang baru. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), menandai babak baru dalam penguatan struktur kepemimpinan di Kementerian Keuangan.
Luky tidak sendirian dalam formasi baru ini; ia akan bekerja berdampingan dengan Nurkholisoh Ibnu Aman yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Keuangan. Kehadiran keduanya bertujuan untuk memberikan dukungan penuh kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam mengelola stabilitas fiskal nasional.

Rekam Jejak Birokrat Senior di Jantung Fiskal Negara
Luky Alfirman bukanlah nama asing di lingkungan Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 ini merupakan representasi dari birokrat murni yang telah meniti karier dari bawah. Perjalanan pengabdiannya dimulai sejak 1 Maret 1995 saat ia pertama kali bergabung sebagai pegawai negeri di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).
Pengalaman panjangnya di DJP telah membentuk ketajaman analisisnya dalam mengelola administrasi perpajakan. Beberapa posisi krusial yang pernah ia duduki antara lain Kepala Subdirektorat Potensi Perpajakan hingga menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kebayoran Lama. Pengalaman lapangan ini menjadi modal kuat bagi Luky dalam memahami dinamika penerimaan negara secara langsung.
Fondasi Akademik Kuat dari ITB hingga Amerika Serikat
Selain jam terbang yang tinggi, kekuatan utama Luky terletak pada latar belakang pendidikannya yang sangat solid di bidang ekonomi. Ia merupakan alumnus Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1994. Namun, keahlian ekonominya semakin terasah saat ia menempuh studi lanjut di University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat.
Di universitas bergengsi tersebut, Luky berhasil meraih gelar Master of Arts in Economics pada tahun 2000, yang kemudian disempurnakan dengan gelar Ph.D in Economics pada tahun 2004. Kombinasi antara disiplin ilmu teknik dan kedalaman teori ekonomi inilah yang diyakini menjadi aset berharga bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan fiskal yang presisi.
Transformasi Karier di Badan Kebijakan Fiskal
Transisi karier Luky dari sektor perpajakan ke ranah kebijakan makro menunjukkan fleksibilitas dan kompetensinya yang luas. Namanya semakin mencuat saat ia dipercaya mengemban tugas di Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Pada tahun 2011, ia mulai memegang peran strategis sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan APBN. Tak lama berselang, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. Dengan pengalaman lintas sektoral—mulai dari teknis perpajakan, manajemen transformasi, hingga kebijakan ekonomi makro—Luky Alfirman diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menjaga kesehatan APBN di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.






