Terkuak! BGN Ungkap Batas Aman Makanan Gratis: Jangan Lebih dari 4 Jam!

Renita

Poros Informasi – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan pangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebuah regulasi ketat kini diberlakukan, mewajibkan makanan tidak boleh dikonsumsi lebih dari empat jam sejak diterima oleh siswa. Kebijakan ini muncul sebagai respons atas insiden keracunan yang terjadi sebelumnya, dengan BGN berkomitmen penuh untuk mencegah terulangnya kasus serupa yang dapat merugikan kesehatan generasi muda.

Mengapa Batas Waktu Konsumsi Jadi Krusial?

Terkuak! BGN Ungkap Batas Aman Makanan Gratis: Jangan Lebih dari 4 Jam!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kepala BGN, Sudaryono, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi satu pun kasus keracunan dalam pelaksanaan program MBG. "Kita tidak bicara statistik, tetapi kita bicara tidak boleh ada keracunan. SOP harus dijalankan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (6/8/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi prioritas utama BGN: keselamatan penerima manfaat program MBG. Pengetatan standar operasional prosedur (SOP) ini mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan, demi menjamin setiap porsi yang disajikan memenuhi standar kualitas dan keamanan tertinggi.

Investigasi Awal dan Temuan Mengejutkan

Dugaan awal BGN mengarah pada praktik pengolahan makanan yang tidak sesuai standar sebagai pemicu insiden keracunan, seperti yang pernah terjadi di Papua. Hasil investigasi sementara menunjukkan bahwa makanan kerap dimasak terlalu dini, bahkan sejak malam hari sebelum didistribusikan keesokan paginya. Sudaryono menjelaskan, ada kasus di mana makanan dimasak sekitar pukul 19.00 malam dan baru disajikan sekitar pukul 11.00 siang keesokan harinya. Rentang waktu yang mencapai belasan jam ini, tanpa pengawet, sangat berpotensi menurunkan kualitas dan keamanan pangan secara drastis.

"Ini tentu saja menjadi catatan, intinya tidak boleh ada keracunan. Termasuk kami ingin memastikan semua pengiriman, kapan matang, sesuai standar tidak boleh lebih dari 4 jam," tegas Sudaryono, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap batas waktu konsumsi yang baru ditetapkan.

Langkah Konkret BGN: Dari Dapur Hingga Meja Siswa

Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, BGN akan memperketat SOP produksi dan distribusi. Salah satu inovasi penting adalah penambahan atribut informasi pada kemasan makanan, yang mencakup waktu produksi dan waktu terbaik untuk dikonsumsi (best before). Langkah ini krusial mengingat program MBG tidak menggunakan bahan pengawet, sehingga makanan lebih rentan terhadap kerusakan jika tidak segera dikonsumsi.

"Kami ingin memastikan kapan makanan matang sampai dikonsumsi sesuai standar. Nantinya juga akan ada keterangan waktu terbaik untuk dikonsumsi," tambah Sudaryono. Pengawasan ketat ini diharapkan dapat menjamin setiap porsi makanan yang diterima siswa tidak hanya bergizi, tetapi juga aman, segar, dan bebas dari risiko kontaminasi, sehingga tujuan utama program untuk meningkatkan nutrisi anak-anak Indonesia dapat tercapai secara optimal.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar