Kripto Geger! Bitcoin Anjlok Drastis, Ini Dalangnya!

Usman

Kripto Geger! Bitcoin Anjlok Drastis, Ini Dalangnya!

Poros Informasi – Pasar kripto kembali diguncang gejolak hebat setelah Bitcoin (BTC) mengalami penurunan harga yang signifikan, memicu kepanikan di kalangan investor. Aset digital utama ini terperosok dari kisaran $88.000, menembus level krusial hingga menyentuh $74.500. Indikator Fear & Greed Index pun meluncur tajam ke angka 15, sebuah sinyal "ketakutan ekstrem" yang mencengkeram pasar. Apa sebenarnya yang memicu terjun bebas ini? Analisis mendalam dari tim riset porosinformasi.co.id mencoba mengurai benang kusut di balik volatilitas ekstrem ini.

Mengapa Bitcoin Terjun Bebas? Faktor Pemicu Utama

Kripto Geger! Bitcoin Anjlok Drastis, Ini Dalangnya!
Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

Gejolak harga Bitcoin yang terjadi baru-baru ini bukan tanpa sebab. Beberapa faktor, baik dari ranah makroekonomi global maupun dinamika internal pasar kripto, berkonvergensi menciptakan badai sempurna yang menekan harga BTC.

Tekanan Makroekonomi dan Pergeseran Dana

Sebelumnya, tim riset porosinformasi.co.id telah menyoroti beberapa faktor makroekonomi yang berkontribusi pada tekanan jual. Data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat, misalnya, telah meredupkan harapan pasar akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat. Situasi ini cenderung membuat investor menarik diri dari aset berisiko seperti kripto. Selain itu, ada indikasi kuat pergeseran arus uang global menuju aset "safe haven" seperti emas, memperburuk tekanan jual di pasar kripto karena investor mencari perlindungan dari gejolak.

Aktivitas ‘Paus’ yang Mencurigakan

Salah satu pemicu paling signifikan adalah pergerakan "paus" – investor besar yang memegang Bitcoin dalam jumlah masif. Data on-chain menunjukkan adanya arus masuk (inflow) Bitcoin yang substansial, mencapai sekitar 2.000 BTC, ke bursa sentral seperti Binance. Tim riset porosinformasi.co.id menjelaskan bahwa pergerakan aset dalam jumlah besar ke bursa seringkali menjadi indikasi bahwa paus berniat untuk menjual atau mendistribusikan kepemilikan mereka. Jika tujuan mereka bukan penjualan, paus biasanya lebih memilih menyimpan aset di cold wallet atau hot wallet pribadi untuk keamanan jangka panjang. Aktivitas distribusi ini secara langsung menambah tekanan jual di pasar.

Sinyal Overheating di Jaringan Lain

Kekhawatiran pasar juga diperparah oleh sinyal "overheating" atau pemanasan berlebih di jaringan blockchain lain, khususnya Solana. Biaya transaksi harian di Solana sempat melonjak hingga $37,5 juta, sebuah pola yang mirip dengan kondisi sebelum koreksi tajam di bulan Oktober. Secara historis, pola semacam ini sering menjadi sinyal puncak pasar yang diikuti oleh penurunan harga hingga 27%. Kombinasi antara aktivitas paus dan sinyal dari jaringan lain ini menciptakan sentimen yang sangat rentan terhadap koreksi lebih lanjut.

Indikator Risiko Bitcoin Meningkat Tajam

Penurunan harga Bitcoin yang drastis ini juga tercermin dari berbagai indikator teknis dan sentimen pasar yang menunjukkan peningkatan risiko.

Lonjakan Bitcoin Risk Index

Indeks Risiko Bitcoin, sebuah metrik yang mengukur kerentanan pasar terhadap volatilitas, telah melonjak tajam. Indeks ini sempat mencapai level 55.58, sebuah angka yang mengindikasikan bahwa risiko koreksi pasar semakin tinggi. Tim riset porosinformasi.co.id sebelumnya telah mengeluarkan peringatan "lampu kuning" ketika Bitcoin berada di kisaran $88.000, memproyeksikan bahwa jika level tersebut jebol, pasar berisiko mengalami koreksi tajam menuju $74.000. Penurunan harga saat ini mengkonfirmasi proyeksi tersebut, menunjukkan validitas analisis risiko yang telah disampaikan.

Sentimen Pasar dalam Cengkeraman Ketakutan

Dengan Fear & Greed Index yang merosot ke angka 15, jelas bahwa sentimen pasar didominasi oleh ketakutan ekstrem. Investor cenderung panik dan melakukan aksi jual dalam kondisi seperti ini, yang pada gilirannya mempercepat penurunan harga. Kepercayaan terhadap aset kripto terguncang, dan banyak yang memilih untuk keluar dari pasar demi menghindari kerugian lebih lanjut.

Gejolak harga Bitcoin yang terjadi baru-baru ini merupakan hasil dari konvergensi berbagai faktor, mulai dari tekanan makroekonomi global, pergerakan strategis investor institusional besar, hingga sinyal teknis dari ekosistem kripto yang lebih luas. Analisis dari tim riset porosinformasi.co.id memberikan gambaran komprehensif mengenai kompleksitas pasar aset digital saat ini. Penting bagi setiap investor untuk selalu melakukan riset mendalam dan memahami bahwa investasi di aset kripto mengandung risiko tinggi, dan segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar