Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Usman

Poros Informasi – Kerajaan Bhutan, sebuah negara kecil yang dikenal dengan filosofi kebahagiaan nasional bruto, kembali menjadi sorotan di dunia kripto. Untuk pekan ketiga berturut-turut, pemerintah Bhutan dilaporkan telah melikuidasi sebagian cadangan Bitcoin mereka. Analisis mendalam dari Arkham, platform intelijen on-chain, mengungkapkan penjualan terbaru sebanyak 100 BTC, menghasilkan sekitar $6,8 juta. Langkah ini memicu spekulasi dan pertanyaan mengenai strategi manajemen aset digital negara tersebut di tengah gejolak pasar.

Strategi Penjualan dan Cadangan Misterius Bhutan

Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa
Gambar Istimewa : blockchainmedia.id

Sejak September tahun lalu, jejak digital menunjukkan bahwa kerajaan Himalaya ini telah melepas Bitcoin senilai setidaknya $100 juta dari dompet digitalnya. Meskipun demikian, data Arkham juga mengindikasikan bahwa cadangan Bitcoin Bhutan masih sangat substansial, dengan sekitar 5.600 BTC atau setara kurang lebih $372 juta yang masih tersimpan aman dalam wallet yang teridentifikasi sebagai milik negara. Skala kepemilikan ini menempatkan Bhutan sebagai pemain signifikan di arena kepemilikan Bitcoin tingkat negara, sebuah anomali menarik mengingat ukuran ekonominya.

Akar Akumulasi: Penambangan Bitcoin Bhutan

Sumber utama akumulasi Bitcoin oleh Bhutan, menurut Arkham, berasal dari operasi penambangan (mining) yang dijalankan oleh pemerintah sendiri. Pada puncaknya, cadangan Bitcoin negara tersebut sempat melampaui angka fantastis 13.000 BTC, menunjukkan komitmen awal yang kuat terhadap aset digital ini.

Evolusi Operasi Penambangan

Puncak produksi penambangan Bitcoin di Bhutan tercatat pada awal tahun 2023, menandai periode ekspansi agresif. Namun, aktivitas penambangan ini mengalami penurunan signifikan setelah peristiwa halving keempat Bitcoin pada April 2024. Peristiwa ini secara otomatis memangkas imbalan blok bagi para penambang dari 6,25 BTC menjadi 3,125 BTC, yang secara langsung mempengaruhi profitabilitas dan volume produksi.

Dilaporkan oleh Forklog, Bhutan sebelumnya menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan penambangan global, Bitdeer, untuk mengembangkan kapasitas infrastruktur hingga 600 MW. Pusat data Gedu, yang merupakan bagian dari inisiatif ini, mulai beroperasi pada Agustus 2023. Meskipun demikian, target hashrate sebesar 20 EH/s yang ambisius dilaporkan mengalami keterlambatan yang cukup signifikan, menunjukkan tantangan inheren dalam skala besar.

Badai Profitabilitas Melanda Industri Penambangan Global

Paruh kedua tahun 2024 telah diidentifikasi sebagai salah satu periode krisis profitabilitas terburuk yang pernah dialami oleh industri penambangan Bitcoin. Menjelang awal tahun 2025, dengan harga Bitcoin yang cenderung melemah, banyak model mesin penambangan mendekati ambang batas profitabilitas, bahkan terancam merugi.

Tantangan Profitabilitas Global

Kombinasi dari penurunan harga Bitcoin, kenaikan tarif energi yang tak terduga, serta gangguan cuaca ekstrem di Amerika Serikat, memicu gelombang penghentian operasional massal oleh sejumlah perusahaan penambangan besar. Kerugian yang membengkak memaksa mereka untuk mematikan mesin, yang pada gilirannya berdampak pada penurunan hashrate jaringan Bitcoin secara keseluruhan.

Sebagai indikator tekanan ini, pada 7 Februari lalu, tingkat kesulitan penambangan Bitcoin tercatat turun sebesar 11%. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak pelarangan penambangan kripto di Tiongkok pada tahun 2021, menyoroti betapa parahnya kondisi industri saat ini dan mengapa entitas seperti Bhutan mungkin merasa perlu untuk menyesuaikan strategi mereka.

Analisis Pasar dan Prospek ke Depan

Meskipun terus melakukan penjualan dalam beberapa pekan terakhir, Bhutan tetap memegang cadangan Bitcoin dalam jumlah yang sangat signifikan. Langkah likuidasi ini dapat diinterpretasikan sebagai bagian dari strategi manajemen cadangan negara yang proaktif, beradaptasi dengan dinamika harga Bitcoin dan tekanan yang melanda industri penambangan global.

Pasar kini mencermati dengan seksama apakah tren penjualan ini akan berlanjut secara konsisten atau hanya merupakan manuver taktis dalam jangka pendek. Tim Riset porosinformasi.co.id mengamati bahwa aktivitas penjualan oleh entitas pemerintah seringkali memicu sentimen kehati-hatian di pasar. Meskipun volume penjualan Bhutan relatif kecil dibandingkan dengan total cadangan mereka, konsistensi negara tersebut dalam melakukan ‘pengambilan keuntungan’ (take profit) mengindikasikan adanya strategi manajemen aset yang aktif dan terencana di tingkat negara. Perkembangan ini menggarisbawahi kompleksitas pengelolaan aset digital di tingkat makroekonomi dan bagaimana negara-negara beradaptasi dengan lanskap kripto yang terus berubah.


DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar