Kiyosaki Kembali Gemparkan Pasar Kripto dengan Target Fantastis Ethereum
Poros Informasi – 02 Juli 2026 | Di tengah fluktuasi pasar cryptocurrency yang kian intens, nama Robert Kiyosaki kembali menjadi sorotan utama. Penulis legendaris buku ‘Rich Dad Poor Dad’ ini baru-baru ini kembali melontarkan prediksi luar biasa, di mana ia menyatakan bahwa harga Ethereum (ETH) berpotensi melonjak hingga mencapai US$95.000 pada pertengahan tahun 2027. Prediksi ini, yang pertama kali diungkapkan pada Maret lalu, kini kembali viral dan memicu perdebatan hangat di kalangan investor, terutama saat harga ETH saat ini masih berjuang di sekitar level US$1.560, tertekan oleh pelemahan Bitcoin dan sentimen pasar yang cenderung bearish.
Kondisi Pasar Saat Ini: Tekanan Jual Masih Mendominasi
Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar aset kripto global terpantau mengalami penurunan sekitar 1,75%, menyentuh angka US$2,03 triliun. Bitcoin, sebagai aset benchmark, juga mengalami pelemahan signifikan sebesar 2,74%. Salah satu faktor utama yang mendorong tren negatif ini adalah arus keluar dana yang berkelanjutan dari spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat. Aset kripto besar lainnya seperti XRP, Dogecoin, dan Cardano turut merasakan dampak pelemahan ini, mengindikasikan bahwa tekanan jual di pasar secara keseluruhan masih cukup luas dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Prediksi US$95.000: Simbol Optimisme di Tengah Ketidakpastian
Meskipun kondisi pasar jangka pendek terlihat kurang menguntungkan, Robert Kiyosaki prediksi Ethereum bisa capai US$95.000 pada 2027 kembali menjadi topik pembicaraan hangat. Laporan dari Coingape menyebutkan bahwa prediksi yang diungkapkan Kiyosaki secara langsung ini kembali ramai dibahas di media sosial. Kiyosaki sendiri memperkirakan bahwa Ethereum bisa mencapai angka fantastis tersebut dalam kurun waktu satu tahun setelah terjadinya krisis finansial global yang besar berikutnya. Ia secara eksplisit menyatakan, “Satu tahun setelah ‘gelembung terbesar dalam sejarah’ pecah, kita bisa melihat: Emas: US$35.000/ons, Perak: US$200/ons, Bitcoin: US$750.000, Ethereum: US$95.000.”
Pernyataan ini menggarisbawahi pandangan Kiyosaki bahwa di tengah potensi kehancuran sistem finansial global, aset-aset seperti emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum akan berperan krusial dalam fase penyeimbangan kembali keuangan dunia. Ia melihat aset-aset ini sebagai lindung nilai (hedge) yang tangguh terhadap ketidakpastian ekonomi makro.
Investor Terbelah: Optimisme vs. Skeptisisme
Prediksi Robert Kiyosaki prediksi Ethereum bisa capai US$95.000 pada 2027 ini memicu perdebatan yang cukup sengit di kalangan investor. Sebagian melihat target tersebut sebagai skenario jangka panjang yang sangat optimistis, terutama jika benar-benar terjadi perpindahan modal besar-besaran ke aset alternatif pasca krisis. Namun, tidak sedikit pula yang menganggap target tersebut terlalu agresif. Kekhawatiran muncul mengingat Ethereum saat ini masih berjuang keras untuk mempertahankan area support penting di kisaran US$1.500.
Akumulasi Berlanjut: Bitmine dan SharpLink Tetap Yakin
Menariknya, di tengah pelemahan harga ETH, beberapa pemain institusional justru menunjukkan keyakinan mereka terhadap aset ini. Pekan lalu, Bitmine dilaporkan kembali mengakumulasi Ethereum dengan membeli tambahan 27.084 ETH senilai sekitar US$42,95 juta. Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan Bitmine kini membengkak menjadi 5.700.040 ETH, atau setara dengan hampir US$9 miliar berdasarkan harga saat ini. Kepemilikan ini mencakup sekitar 4,7% dari total suplai Ethereum yang beredar. Strategi akumulasi dan staking berkelanjutan dari Bitmine mengindikasikan keyakinan kuat terhadap prospek jangka panjang Ethereum.
Tidak hanya Bitmine, SharpLink juga turut menambah posisinya di Ethereum dengan membeli 10.000 ETH pada harga rata-rata US$1.611. Akumulasi terbaru ini membawa total kepemilikan SharpLink menjadi 886.725 ETH. Tindakan dari kedua perusahaan ini dapat menjadi sinyal positif bagi investor lain yang melihat pelemahan harga sebagai peluang.
Analisis Teknikal: Menanti Momentum Pemulihan
Dari sisi analisis teknikal, analis kripto Ted menyatakan bahwa Ethereum kini kembali memasuki area permintaan (demand zone) yang penting. Level US$1.500 dianggap sebagai area krusial yang berpotensi memicu relief rally bulan depan jika mampu dipertahankan oleh para pembeli. Level ini menjadi batas psikologis yang signifikan bagi banyak trader.
Untuk memulai pemulihan jangka pendek, Ethereum perlu menembus dan bertahan di atas level resistance terdekat di US$1.600. Jika berhasil breakout dari level ini, target selanjutnya yang mungkin dicapai adalah US$1.700, diikuti oleh US$1.760, dan kemudian US$1.850. Namun, skenario kenaikan ini sangat bergantung pada peningkatan volume perdagangan dan stabilisasi sentimen pasar secara keseluruhan, mengingat pasar kripto yang lebih luas masih berada di bawah tekanan.
Di sisi lain, risiko penurunan masih tetap terbuka jika ETH gagal kembali menembus US$1.600. Kegagalan mempertahankan support US$1.500 dapat memicu peningkatan tekanan jual, membawa harga berisiko menguji level support berikutnya di US$1.450 dan US$1.400. Dengan demikian, outlook Ethereum untuk jangka pendek masih cenderung hati-hati.
Meskipun demikian, prediksi ambisius dari Robert Kiyosaki prediksi Ethereum bisa capai US$95.000 pada 2027, ditambah dengan aksi akumulasi dari pemain besar seperti Bitmine dan SharpLink, memberikan narasi bullish yang menarik. Namun, realisasi target tersebut tetap bergantung pada berbagai faktor makroekonomi global dan perkembangan ekosistem Ethereum itu sendiri.






