Poros Informasi – Memasuki penghujung Oktober 2026, ekosistem Ethereum (ETH) tengah berada dalam fase krusial yang melibatkan dua katalis besar sekaligus. Di satu sisi, fenomena penguncian aset melalui mekanisme staking telah mencapai titik tertinggi baru, sementara di sisi lain, jaringan sedang bersiap menghadapi uji coba teknis yang sangat dinantikan.
Lonjakan Staking: Pasokan ETH di Pasar Spot Semakin Menipis

Berdasarkan data terbaru dari laporan kuartal III tahun 2026, jumlah Ethereum yang dikunci dalam kontrak staking telah menyentuh angka fantastis, yakni 43,8 juta token. Angka ini merepresentasikan sekitar 35,9% dari total seluruh pasokan ETH yang beredar.
Dampak Likuiditas terhadap Harga
Secara fundamental, peningkatan jumlah ETH yang di-staking ini menciptakan tekanan terhadap suplai yang tersedia di pasar spot. Ketika semakin banyak token yang "dikunci" untuk mengamankan jaringan melalui mekanisme proof-of-stake, jumlah aset yang siap diperdagangkan secara bebas menjadi semakin terbatas.
Namun, perlu dicatat bahwa berkurangnya suplai likuid ini tidak secara otomatis memicu reli harga jika tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan (demand). Tim riset dari porosinformasi.co.id menekankan bahwa investor harus tetap waspada; meskipun pasokan menipis, harga tetap membutuhkan volume beli yang kuat untuk mendorong kenaikan yang berkelanjutan.
Uji Coba Glamsterdam: Menakar Kesiapan Upgrade Jaringan
Selain faktor pasokan, mata dunia kripto kini tertuju pada agenda teknis besar: pengujian upgrade Glamsterdam melalui jaringan Hoodi testnet. Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026, sekitar pukul 17.42 UTC.
Apa yang Dibawa oleh Glamsterdam?
Upgrade ini bukan sekadar pembaruan rutin, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi jaringan. Beberapa poin teknis yang diuji meliputi:
- Enshrined Proposer-Builder Separation (ePBS): Untuk optimasi struktur blok.
- Block-level Access Lists (BAL): Peningkatan efisiensi eksekusi.
- Penyesuaian Gas: Optimasi biaya transaksi agar lebih kompetitif.
Keberhasilan pada fase Hoodi testnet ini menjadi penentu apakah protokol ini layak untuk segera diimplementasikan ke jaringan utama (mainnet). Jika ditemukan kendala teknis, pengembang mungkin akan melakukan penyesuaian lebih lanjut, yang tentunya akan memengaruhi sentimen pasar.
Strategi Membaca Pergerakan Harga ETH
Saat ini, dengan harga berada di kisaran US$2.490, pasar terlihat sedang dalam fase observasi. Bagi para trader dan investor, ada beberapa zona penting yang perlu diperhatikan untuk memetakan arah pergerakan harga selanjutnya.
Level Kunci yang Perlu Diwaspadai
Investor disarankan untuk memantau area US$2.450 sebagai zona pertahanan awal jika terjadi tekanan jual. Sebaliknya, level US$2.500 menjadi ambang batas psikologis yang krusial; jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, hal ini bisa menjadi sinyal penguatan momentum.
Penting untuk diingat bahwa pergerakan harga menjelang agenda teknis sering kali bersifat spekulatif. Reaksi pasar terhadap hasil uji coba Glamsterdam nanti akan menjadi indikator utama apakah sentimen akan berlanjut ke arah bullish atau justru mengalami koreksi setelah berita terealisasi (sell the news).
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.






