Gejolak Pasar Kripto: Buyback Obligasi AS Picu Lonjakan Bitcoin Tak Terduga!

Amalia Citra

Amalia Citra

Gejolak Pasar Kripto: Buyback Obligasi AS Picu Lonjakan Bitcoin Tak Terduga!
Gejolak Pasar Kripto: Buyback Obligasi AS Picu Lonjakan Bitcoin Tak Terduga!

Poros Informasi – 25 Agustus 2026 | Pengumuman mendadak dari Departemen Keuangan Amerika Serikat pada 19 Agustus 2026 mengenai penggandaan program buyback obligasi jangka panjang telah memicu lonjakan harga Bitcoin yang jauh melampaui perkiraan pasar. Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan! Kebijakan ini sontak menjadi pusat perhatian di pasar kripto, mengingat pengumumannya bertepatan dengan kenaikan dramatis Bitcoin dari kisaran US$68.000 meroket mendekati US$80.000 hanya dalam hitungan hari. Langkah proaktif Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, ini diambil sehari setelah imbal hasil (yield) obligasi Treasury tenor 30 tahun menembus level 5,34%, sebuah rekor tertinggi sejak 2007. Kenaikan yield tersebut terjadi di tengah aksi jual global yang dipicu oleh kekhawatiran inflasi, eskalasi konflik AS-Israel dengan Iran, serta meningkatnya keraguan mengenai arah fiskal Amerika Serikat.

Menanggapi kondisi pasar, Treasury mengumumkan peningkatan batas maksimum operasi buyback untuk obligasi dengan tenor panjang. Sebelumnya, batas maksimal per operasi adalah sekitar US$2 miliar, kini dinaikkan menjadi minimal US$4 miliar per operasi. Program dengan skala baru ini dijadwalkan akan berjalan mulai 9 September hingga 4 November 2026.

Penggandaan Buyback: Suntikan Likuiditas US$14 Miliar

Dalam siaran pers resminya, Departemen Keuangan AS mengkonfirmasi peningkatan batas maksimum operasi liquidity support buyback untuk obligasi nominal jangka panjang, khususnya pada sektor 10-20 tahun dan 20-30 tahun. Peningkatan dua kali lipat dari US$2 miliar menjadi minimal US$4 miliar per operasi ini, berlaku efektif mulai 9 September 2026 hingga 4 November 2026, atau sepanjang sisa kuartal refunding saat ini. Selain itu, jumlah operasi buyback jangka panjang juga ditingkatkan dari dua menjadi empat per kuartal.

Menurut data yang dikutip dari CoinMarketCap, dengan tambahan likuiditas minimal US$14 miliar pada kuartal ini, total pembelian kembali maksimum dalam jendela waktu tersebut mencapai US$83 miliar. Angka ini signifikan jika dibandingkan dengan total pasar Treasury senilai US$32,2 triliun dan US$5,5 triliun obligasi berdurasi 20 dan 30 tahun yang beredar.

Yield 30-year US Treasury yang turun setelah pengumuman buyback.
Sumber: CNBC

Pengumuman mengenai buyback ini memberikan dampak langsung pada imbal hasil obligasi. Yield 30-year dilaporkan turun dari puncak 5,34% menjadi 5,184%, sementara yield 10-year mengalami penurunan sekitar 6 basis poin menjadi 4,66%. Data dari Tokocrypto menunjukkan pergerakan harga Bitcoin yang mengesankan, dengan kenaikan mencapai 22% sejak pengumuman perluasan program buyback Treasury tersebut.

Pergerakan harga BTC/USDT dalam 7 hari terakhir per 24 Agustus 2026.
Sumber: Tokocrypto

Tidak hanya Bitcoin, aset kripto lainnya seperti Ethereum, Solana, dan XRP juga turut merasakan sentimen positif ini dan mengalami kenaikan harga. Fenomena ini menunjukkan betapa besar Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!

Treasury Berpotensi Tingkatkan Skala Buyback

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengindikasikan bahwa skala buyback masih memiliki potensi untuk ditingkatkan lebih lanjut dari batas US$4 miliar per operasi. Menurut laporan Reuters, langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan peningkatan likuiditas pada segmen pasar dengan aktivitas perdagangan sekunder yang lebih tipis. Situasi ini diperparah oleh perlambatan aktivitas ekonomi selama musim panas dan tingginya penerbitan obligasi korporasi yang bertujuan membiayai proyek-proyek infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

ETF Bitcoin dan Arus Masuk Institusional Memperkuat Reli

Selain faktor short squeeze, arus masuk dana institusional ke ETF Bitcoin spot Amerika Serikat juga menjadi katalisator penguatan reli Bitcoin. Pada 19 Agustus 2026, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar US$517,2 juta, angka tertinggi dalam lebih dari tiga setengah bulan terakhir. BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) memimpin dengan arus masuk US$284,7 juta pada sesi tersebut.

Data inflows Bitcoin EFF Spot.
Sumber: SoSoValue

Dalam sepekan yang berakhir pada 21 Agustus 2026, ETF Bitcoin spot AS berhasil mencatat rekor arus masuk tahunan sebesar US$1,92 miliar. Periode empat hari perdagangan berturut-turut mencatat arus masuk positif, dengan total sekitar US$2,07 miliar sepanjang Agustus 2026, menjadikannya bulan terkuat di tahun ini. Menariknya, data dari CryptoBriefing menunjukkan adanya arus keluar dari ETF saham teknologi, justru ketika ETF Bitcoin mengalami lonjakan arus masuk. Invesco QQQ Trust, yang seringkali menjadi indikator sentimen terhadap saham Big Tech, mencatat arus keluar sekitar US$10,9 miliar sepanjang Agustus 2026. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan adanya pergeseran modal dari saham teknologi ke aset alternatif seperti Bitcoin. Fenomena ini semakin menegaskan betapa signifikan Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!

Prospek Bitcoin Pasca-Buyback

Mark Connors, Chief Investment Officer di Risk Dimensions dan seorang veteran pasar obligasi, menilai langkah Treasury ini sebagai sebuah intervensi yang tidak biasa namun penting. Menurutnya, program buyback Treasury berpotensi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Bitcoin dengan mengurangi tekanan kenaikan pada suku bunga jangka panjang dan meningkatkan likuiditas pasar. Namun, beberapa analis memberikan peringatan bahwa efek ini mungkin hanya bersifat sementara.

Pada 20 Agustus, imbal hasil obligasi 30 tahun dilaporkan kembali naik ke 5,249%, dan dolar AS juga berhasil memulihkan sebagian pelemahannya pasca-pengumuman buyback. Data ini menunjukkan bahwa Dampak AS Buyback Obligasi Terhadap Bitcoin Ternyata Lebih Besar dari Dugaan!, namun keberlanjutan dampaknya masih perlu dicermati.

Yield 30-year US Treasury yang naik kembali beberapa hari setelah pengumuman buyback.
Sumber: CNBC

Luis Alvarado dari Wells Fargo Investment Institute berpendapat bahwa langkah Treasury mungkin hanya memberikan bantuan jangka pendek. Faktor-faktor fundamental yang mendorong kenaikan imbal hasil lebih tinggi, seperti inflasi yang persisten, ketidakpastian kebijakan moneter, dan defisit fiskal yang besar, masih tetap ada. Hingga saat ini, data menunjukkan bahwa pengumuman buyback Treasury telah menciptakan guncangan likuiditas yang nyata di pasar kripto. Namun, apakah reli ini akan berlanjut atau hanya sekadar respons spontan pasar terhadap berita intervensi, masih membutuhkan waktu untuk terkonfirmasi.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar