Guncangan Geopolitik Tak Mampu Robohkan Bitcoin: Kenapa?

Usman

Poros Informasi – Minggu ini, di tengah memanasnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, pasar kripto menunjukkan ketahanan yang mengejutkan. Bitcoin, mata uang digital terbesar, berhasil mempertahankan posisinya di kisaran US$64.000, bahkan setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan AS melancarkan serangan balasan yang signifikan. Pergerakan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor dan analis: mengapa aset digital yang dikenal sensitif terhadap kabar perang, kini tampak kebal?

Gejolak di Selat Hormuz: Eskalasi Konflik AS-Iran

Guncangan Geopolitik Tak Mampu Robohkan Bitcoin: Kenapa?
Gambar Istimewa : s.w.org

Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai puncaknya setelah Iran mengumumkan penutupan strategis Selat Hormuz, jalur pelayaran vital dunia, dan dilaporkan menembaki sebuah kapal komersial. Tindakan provokatif ini secara langsung menentang seruan Amerika Serikat untuk menjaga keamanan navigasi sipil dan arus perdagangan global di wilayah tersebut.

Merespons langkah Iran, Komando Pusat AS (CENTCOM) segera melancarkan gelombang serangan balasan ketiga. Serangan ini menargetkan sekitar 140 lokasi krusial, meliputi fasilitas rudal dan drone, aset angkatan laut, serta pos pengawasan pesisir. CENTCOM menegaskan bahwa dalam tiga malam terakhir, mereka telah menghantam lebih dari 300 target dengan tujuan utama melemahkan kapasitas Iran dalam mengancam pelaut dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz. Selain itu, ketegangan ini juga dilaporkan merembet ke negara-negara Teluk lainnya, dengan Iran mengklaim telah menyerang beberapa wilayah, termasuk Bahrain, Kuwait, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Oman.

Respons Pasar Kripto: Ketahanan di Tengah Badai

Di tengah riuhnya kabar eskalasi konflik, pasar aset kripto menunjukkan respons yang relatif tenang, jauh dari kepanikan yang mungkin diperkirakan. Bitcoin (BTC) hanya mengalami koreksi tipis sekitar 0,33% dalam 24 jam terakhir, stabil di kisaran US$63.914. Angka ini menandakan ketahanan yang lebih baik dibandingkan eskalasi sebelumnya pada Juni, di mana BTC sempat anjlok sekitar 2% dan mendekati US$61.000.

Sementara itu, Ethereum (ETH) diperdagangkan di sekitar US$1.801, bahkan mencatatkan kenaikan 2,18% dalam sepekan. Aset digital lainnya seperti XRP dan Solana juga hanya menunjukkan penurunan harian kurang dari 2%. Pola pergerakan ini mengindikasikan bahwa investor belum terprovokasi untuk melakukan aksi jual masif, meski awan risiko geopolitik kembali menggelayuti.

Mengapa Pasar Kripto Berbeda Kali Ini? Analisis Mendalam

Fenomena ketahanan pasar kripto kali ini menarik perhatian para analis. Tim Riset porosinformasi.co.id menyoroti bahwa di masa lalu, aset digital seringkali menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap berita konflik bersenjata dan potensi gangguan rantai pasokan energi. Namun, situasi saat ini berbeda.

"Investor tampaknya lebih memilih untuk menahan diri dan mengamati dampak lanjutan terhadap pasar minyak global serta kondisi makroekonomi secara keseluruhan," demikian pandangan dari Tim Riset porosinformasi.co.id.

Pasar minyak, yang tutup pada akhir pekan, diproyeksikan berpotensi melonjak signifikan saat dibuka kembali pada hari Senin. Harga Brent terakhir tercatat di sekitar US$76 per barel pada penutupan Jumat. Apabila penutupan Selat Hormuz berlanjut dalam jangka waktu yang lebih panjang, tekanan pada pasokan energi global dipastikan akan meningkat, yang pada gilirannya dapat memicu kenaikan harga minyak secara drastis.

Potensi Volatilitas di Depan Mata

Meskipun pasar kripto saat ini menampilkan ketahanan yang mengesankan di tengah gejolak AS-Iran, para investor tetap harus waspada. Risiko volatilitas yang signifikan masih membayangi. Potensi gangguan berkepanjangan di Selat Hormuz dapat memicu efek domino, mulai dari lonjakan harga energi, tekanan inflasi yang lebih tinggi, hingga perubahan sentimen terhadap aset berisiko di seluruh pasar global.

Dengan demikian, sementara Bitcoin dan altcoin menunjukkan performa yang stabil di tengah badai geopolitik, dinamika pasar energi dan makroekonomi akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Kewaspadaan dan analisis cermat tetap menjadi kunci bagi para pelaku pasar kripto.


Penting untuk Diperhatikan: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi yang Anda ambil berdasarkan informasi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Anda. Konten ini bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk menjual atau membeli aset kripto.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar