Poros Informasi – 25 Agustus 2026 | Industri aset digital kini menunjukkan pergerakan signifikan melampaui sekadar narasi spekulasi dan kenaikan harga. Munculnya berbagai inovasi produk seperti tokenized stocks, meningkatnya keterlibatan institusi, hingga kesadaran akan pentingnya edukasi dan pengelolaan risiko, semuanya menjadi indikator kuat bahwa industri kripto tengah memasuki fase yang jauh lebih matang. Dalam sebuah diskusi panel yang hangat, para pelaku industri menyoroti bahwa Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci untuk perkembangan yang lebih berkelanjutan.
Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, mengemukakan bahwa perubahan ini sangat terasa dibandingkan masa-masa awal ketika aset kripto kerap dipandang dengan penuh skeptisisme oleh masyarakat luas. “Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah,” ujar Calvin dalam sesi Tokocrypto Beach Horizon Topic Showcase, yang merupakan bagian dari perhelatan Coinfest 2026 di Bali pada Jumat (21/8). Diskusi bertajuk “Navigating the Future: Macroeconomics, Regulation, and the Path to Mainstream Crypto in Indonesia” ini juga menghadirkan Founder Malaka Project Ferry Irwandi dan Founder ASTRONACCI Gema Goeyardi, dengan dimoderatori oleh Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Yudhono Rawis. Uli Agustina, Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), turut hadir dan aktif mengikuti jalannya acara.
Tokenisasi: Jembatan Keuangan Tradisional dan Web3
Salah satu perubahan fundamental yang mulai terlihat adalah semakin luasnya pemanfaatan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan yang sebelumnya terbatas. Tokenized stocks, contohnya, memungkinkan pengguna untuk mendapatkan eksposur terhadap saham-saham global melalui aset digital dengan nominal investasi yang jauh lebih fleksibel. “Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah,” jelas Calvin. Perkembangan produk seperti ini mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani kesenjangan antara ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Namun, Calvin menekankan bahwa kemudahan akses ini harus berjalan seiring dengan pemahaman pengguna yang mendalam terhadap instrumen yang mereka gunakan.
Edukasi dan Investasi Jangka Panjang: Kunci Kematangan Industri
Pertumbuhan industri aset digital tidak semata-mata ditentukan oleh inovasi produk baru. Edukasi menjadi faktor krusial agar kemudahan akses tidak justru memicu keputusan investasi yang hanya didasarkan pada euforia pasar semata. “Edukasi itu sangat penting. Tanpa edukasi, akhirnya orang hanya FOMO (Fear of Missing Out) dan berinvestasi secara asal. Kami sangat mengedepankan edukasi sebelum mereka benar-benar berinvestasi, supaya mereka tahu apa yang mereka investasikan, bukan hanya mengejar cuannya,” tegas Calvin.
Pandangan ini diperkuat oleh Gema Goeyardi, yang menilai bahwa kematangan industri harus dibarengi dengan perubahan perilaku investor. Ia berpendapat bahwa pertumbuhan pasar aset digital seharusnya tidak lagi dikaitkan dengan budaya mencari keuntungan secara instan. “Budaya get-rich-quick itu harus di-cancel,” katanya. Gema menambahkan, semakin beragamnya instrumen di industri aset digital, termasuk perdagangan futures, perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai profil risiko dan pengelolaan portofolio. Investor perlu menghindari keputusan yang semata-mata didorong oleh keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat.
Ferry Irwandi melihat perkembangan aset digital sebagai bagian tak terpisahkan dari transformasi teknologi yang lebih luas. Ia menyoroti ketahanan industri kripto yang telah teruji melalui berbagai siklus, dan kini saatnya untuk melihatnya lebih dari sekadar pergerakan harga aset. “Cryptocurrency selalu disebut sebagai masa depan. Artinya, kita memang seharusnya melihat ke masa depan,” ujar Ferry. Ia juga menekankan pentingnya memberikan pemahaman yang lebih baik kepada generasi muda yang tumbuh bersama teknologi digital. Edukasi yang memadai adalah kunci agar partisipasi masyarakat dalam industri ini dapat berlangsung secara lebih sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci agar ekosistem ini terus berkembang positif.
Menuju Ekosistem Aset Digital 24/7 Melalui Tokenisasi Aset Dunia Nyata
Sesi kedua diskusi berfokus pada “The Mechanics of Market Dynamics: Tokenizing Real-World Assets, Base Infrastructure, and Algorithmic Liquidity”. Rohit Mulani, President Southeast Asia Alpaca, memaparkan potensi tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) dalam mendorong pasar keuangan menuju sistem yang beroperasi secara lebih fleksibel dan 24/7. Peningkatan modal yang dapat dipindahkan secara on-chain akan menghasilkan efisiensi penggunaan modal yang lebih tinggi. “Kita bergerak menuju pasar 24/7, 365 hari. Jam bursa dan jam perbankan akan semakin tidak relevan, sementara modal dapat berpindah lebih mudah antara aset likuid dan aset produktif,” kata Rohit.
Nicholas Soong, BD Director Exchanges Circle, menyoroti potensi tokenized money market funds untuk meningkatkan efisiensi modal. Aset yang digunakan sebagai jaminan (collateral) tidak lagi harus “diam” selama proses perdagangan, melainkan tetap dapat menghasilkan imbal hasil. “Ini membuat penggunaan modal jauh lebih efisien. Collateral dapat digunakan untuk trading sekaligus tetap menghasilkan yield karena aset dasarnya merupakan money market fund,” jelas Nicholas.
Dharmawan Tjokro, Head of Marketing Xenorize, menambahkan bahwa perkembangan ini akan meningkatkan akses investor ritel terhadap pasar modal sekaligus mendorong adopsi teknologi seperti algorithmic trading. Namun, ia menekankan kembali pentingnya memastikan investor memahami risiko dan mekanisme aset yang diperdagangkan. Para panelis sepakat bahwa regulasi yang jelas dan penanganan fragmentasi likuiditas masih menjadi tantangan utama dalam memperluas adopsi tokenized assets. Kolaborasi antara pelaku industri aset digital, institusi keuangan tradisional, bursa, dan regulator menjadi sangat penting agar inovasi dapat berkembang secara terukur sambil tetap menjaga perlindungan bagi pengguna.
Memahami Tokenized Stocks: Potensi dan Keterbatasan
Perlu dipahami bahwa aset tokenisasi seperti tokenized stocks mengacu pada representasi digital dari saham acuan yang dirancang untuk mengikuti pergerakan harganya. Produk ini tidak memberikan hak kepemilikan saham sesungguhnya, seperti hak suara atau pembagian dividen, dan tidak dapat ditukarkan menjadi saham acuan kecuali dinyatakan secara eksplisit dalam ketentuan produk. Meskipun tokenized stocks dapat diperdagangkan di luar jam operasional pasar saham tradisional, harga dan likuiditasnya dapat berfluktuasi, terutama ketika pasar saham acuan sedang tutup.
Secara keseluruhan, diskusi menegaskan bahwa Pelaku Industri Soroti Masa Depan Kripto: Tokenisasi, Edukasi, dan Regulasi Jadi Kunci. Transformasi menuju ekosistem aset digital yang lebih matang, efisien, dan inklusif sangat bergantung pada kemajuan di ketiga area ini. Dengan pemahaman yang tepat dan kerangka kerja yang mendukung, aset digital berpotensi merevolusi cara kita berinteraksi dengan dunia keuangan.
Disclaimer: Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk potensi kerugian. Pengguna diimbau untuk memahami seluruh risiko serta syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan transaksi. Informasi yang disampaikan hanya bertujuan untuk memberikan edukasi dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi. Setiap keputusan untuk membeli, menjual, menyimpan, atau melakukan transaksi aset digital sepenuhnya menjadi pertimbangan dan tanggung jawab masing-masing pengguna. Tokocrypto tidak mewajibkan, mengarahkan, merekomendasikan, maupun memengaruhi pengguna untuk melakukan transaksi aset digital tertentu.







