Senat AS Tunda Voting CLARITY Act Hingga September, Nasib Regulasi Kripto Menggantung
Poros Informasi – 08 Agustus 2026 | Rencana besar Amerika Serikat untuk mengatur industri aset digital kembali menghadapi penundaan. Voting CLARITY Act yang sedianya dijadwalkan sebelum masa reses musim panas Senat AS, kini dipastikan mundur hingga September 2026. Penundaan ini menjadi pukulan bagi para pelaku industri kripto yang menanti kepastian hukum dan kerangka regulasi yang lebih jelas. Keputusan ini membalikkan ekspektasi sebelumnya dari Ketua Senate Banking Committee, Tim Scott, yang menargetkan pemungutan suara sebelum anggota parlemen meninggalkan Washington untuk libur.
Mengapa Voting CLARITY Act Ditunda? Demokrat Belum Sepenuh Hati
Sumber-sumber terpercaya mengindikasikan bahwa hambatan utama di balik penundaan Voting CLARITY Act Ditunda hingga September, Ada Apa? ini adalah kurangnya dukungan bipartisan yang memadai. Untuk dapat melaju ke tahap pemungutan suara akhir di Senat, rancangan undang-undang ini memerlukan setidaknya 60 suara untuk mengatasi potensi filibuster. Dengan Partai Republik yang hanya menguasai 53 kursi, dukungan dari sejumlah senator Partai Demokrat menjadi krusial. Namun, beberapa senator Demokrat diketahui masih memiliki catatan kritis terhadap draf yang diajukan Partai Republik. Mereka menilai ketentuan terkait etika, perlindungan konsumen, pemberantasan pendanaan ilegal, konflik kepentingan, dan integritas pasar masih perlu diperkuat secara signifikan.
Isu etika, khususnya terkait potensi konflik kepentingan pejabat terpilih dalam bisnis aset digital, menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi. Kekhawatiran ini bahkan dikaitkan dengan potensi keterlibatan bisnis keluarga Presiden Donald Trump di sektor aset digital. Laporan menyebutkan bahwa isu konflik kepentingan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat dukungan Demokrat belum solid. Selain itu, Demokrat juga dilaporkan belum menyetujui ‘time agreement’ yang dapat mempercepat sisa agenda Senat sebelum reses. Akibatnya, semakin sulit bagi CLARITY Act untuk mendapatkan tempat dalam jadwal lantai Senat sebelum jeda Agustus.
CLARITY Act: Langkah Maju yang Terganjal
Meskipun mengalami penundaan, penting untuk dicatat bahwa CLARITY Act bukanlah rancangan undang-undang yang masih berada di tahap awal. Sebelumnya, rancangan ini telah berhasil melewati tahap penting dengan mendapatkan dukungan bipartisan di tingkat Senate Banking Committee pada Mei 2026. Teks rancangan undang-undang struktur pasar aset digital ini dirilis sebagai dasar markup komite, yang dirancang untuk membangun kerangka federal bagi industri aset digital di Amerika Serikat. CLARITY Act berupaya membagi tanggung jawab pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). RUU ini juga mencakup berbagai isu krusial seperti regulasi stablecoin, anti-money laundering (AML), decentralized finance (DeFi), tokenized securities, dan perlindungan bagi para pengembang.
Dengan cakupannya yang luas, CLARITY Act dipandang sebagai salah satu proposal paling maju untuk memberikan kepastian hukum bagi industri kripto AS. Namun, luasnya cakupan inilah yang juga membuat proses negosiasi menjadi lebih rumit. Perbedaan pandangan antara kedua partai besar masih muncul di berbagai area, termasuk ketentuan etika, perlindungan konsumen, penegakan hukum, dan peran regulator.
September Menjadi Jendela Politik Krusial Berikutnya
Penundaan hingga September tidak berarti CLARITY Act gagal total. Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, telah mengonfirmasi bahwa Partai Republik tetap berniat membawa RUU ini kembali ke Senat saat mereka kembali bersidang. Namun, jendela politik pada September diperkirakan akan jauh lebih sempit. Agenda Senat setelah reses diprediksi akan dipenuhi dengan pembahasan anggaran, isu-isu pemerintahan, serta dinamika politik menjelang pemilihan sela 2026. Kondisi ini akan membuat CLARITY Act harus bersaing ketat dengan prioritas legislatif lainnya.
Bahkan jika Senat berhasil meloloskan versi terbaru CLARITY Act, prosesnya belum akan berakhir. Mengingat teks yang disahkan Senat kemungkinan akan berbeda dari versi yang telah disahkan oleh DPR, kedua kamar Kongres masih perlu menyelaraskan perbedaan tersebut sebelum rancangan final dapat dikirim ke Presiden Trump. Ini berarti masih dibutuhkan waktu tambahan untuk debat di lantai, proses rekonsiliasi, dan pemungutan suara tambahan. Semakin dekat dengan periode pemilu, semakin besar pula risiko pembahasan regulasi kripto terseret ke dalam agenda politik yang lebih luas.
Dampak Penundaan Terhadap Pasar Kripto
Bagi pasar kripto, penundaan Voting CLARITY Act Ditunda hingga September, Ada Apa? berarti ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat akan terus berlanjut. RUU ini sebelumnya diantisipasi sebagai katalis penting yang dapat memberikan kejelasan mengenai status aset digital, aturan bursa, pembagian peran antara SEC dan CFTC, serta perlindungan bagi para pelaku industri. Tanpa kejelasan dari Kongres, industri kripto kemungkinan masih harus mengandalkan proses ‘rule-making’ langsung dari regulator. Jalur ini memang bisa memberikan kejelasan, namun biasanya lebih lambat dan kurang memberikan sinyal positif dibandingkan undang-undang yang disahkan melalui proses bipartisan.
Penundaan ini juga berpotensi memengaruhi sentimen pasar terhadap aset-aset yang sensitif terhadap regulasi, termasuk Bitcoin, Ethereum, XRP, stablecoin, token bursa, dan sektor tokenized assets. Para investor kemungkinan akan kembali mencermati apakah negosiasi pada bulan September mampu menghasilkan kompromi yang cukup kuat untuk dapat melewati ambang batas 60 suara di Senat. Untuk saat ini, CLARITY Act masih menjadi proposal struktur pasar kripto yang paling maju di Kongres AS. Namun, momentum yang diharapkan di bulan Agustus telah hilang. Bulan September akan menjadi ujian berikutnya untuk melihat apakah dukungan di tingkat komite dapat bertransformasi menjadi dukungan penuh di lantai Senat. Jika negosiasi kembali tertunda, pasar mungkin akan semakin memperkirakan bahwa kepastian regulasi kripto AS baru akan bergerak lebih jauh pada tahun 2027. Sebaliknya, jika Senat mampu menyepakati draf kompromi pada September, CLARITY Act masih memiliki peluang untuk menjadi katalis penting bagi pertumbuhan industri aset digital di Amerika Serikat, menjawab pertanyaan Voting CLARITY Act Ditunda hingga September, Ada Apa? dengan solusi.







