Misteri di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI: Rasio Pajak Turun, Apa yang Terjadi?

Renita

Misteri di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI: Rasio Pajak Turun, Apa yang Terjadi?

Poros Informasi – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada kuartal II-2025 ternyata menyimpan teka-teki. Bagaimana bisa, di tengah kabar gembira tersebut, rasio pajak justru mengalami penurunan? Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Yon Arsal, memberikan penjelasan yang menarik perhatian.

Penjelasan Yon Arsal: Bukan Semuanya Langsung Berhubungan

Misteri di Balik Pertumbuhan Ekonomi RI: Rasio Pajak Turun, Apa yang Terjadi?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Yon Arsal menjelaskan bahwa korelasi antara pertumbuhan ekonomi dan penerimaan pajak tidak sesederhana yang dibayangkan. Tidak semua jenis pajak langsung merefleksikan kondisi ekonomi pada periode yang sama. "Penerimaan pajak kita itu tidak langsung berhubungan dengan, tidak semua penerimaan pajak itu langsung berhubungan dengan PDB pada saat yang bersangkutan," tegas Yon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Perbedaan Jenis Pajak dan Dampaknya

Yon lebih lanjut menjelaskan perbedaan karakteristik berbagai jenis pajak. Pajak Pertambahan Nilai (PPN), misalnya, merupakan indikator yang cukup akurat untuk mencerminkan kondisi ekonomi secara real time, karena langsung merepresentasikan transaksi yang terjadi. Namun, dampaknya terhadap rasio pajak baru terlihat setelah jeda waktu satu hingga dua bulan.

Berbeda halnya dengan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dan PPh Orang Pribadi. Kedua jenis pajak ini tidak langsung merefleksikan kinerja ekonomi terkini. Yon memberikan contoh PPh Badan yang perhitungannya berdasarkan kinerja perusahaan pada tahun sebelumnya. "Kalau PPh Badan itu angsuran yang dibayar sekarang itu adalah berdasarkan kinerjanya perusahaan tahun lalu. Jadi kalau perusahaan tahun lalu dia bagus, ya tahun ini dia bagus. Nah, kalau dia sekarang lagi jelek, itu tercerminnya nanti di tahun depan," paparnya.

Implikasi dan Pandangan ke Depan

Penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih kompleks mengenai dinamika penerimaan pajak di Indonesia. Meskipun pertumbuhan ekonomi menunjukkan angka positif, faktor-faktor lain seperti mekanisme perhitungan pajak dan waktu pelaporan perlu dipertimbangkan dalam menganalisis rasio pajak. Kondisi ini menuntut analisis yang lebih mendalam dan pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai variabel ekonomi yang mempengaruhi penerimaan negara. Ke depannya, pemantauan yang cermat terhadap berbagai jenis pajak dan kinerja ekonomi secara keseluruhan akan menjadi kunci untuk memastikan kebijakan fiskal yang efektif dan berkelanjutan.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar