Lonjakan Fantastis! QRIS di Pasar Tradisional DKI Jakarta Naik 47%

Renita

Lonjakan Fantastis! QRIS di Pasar Tradisional DKI Jakarta Naik 47%

Poros Informasi – Digitalisasi pasar tradisional di Jakarta menorehkan prestasi gemilang. Penggunaan QRIS di 20 pasar tradisional DKI Jakarta dilaporkan melonjak hingga 47% dalam sebulan terakhir. Sukses ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI).

Keuntungan Digitalisasi Pasar Tradisional

Lonjakan Fantastis! QRIS di Pasar Tradisional DKI Jakarta Naik 47%
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa puas atas pencapaian ini. Menurutnya, digitalisasi tak hanya mempercepat dan mengamankan transaksi, tetapi juga menekan angka kejahatan seperti copet dan premanisme. "Dengan digitalisasi, copet berkurang, premanisme menyusut, dan pasar Tanah Abang sebagai sentra pasar ASEAN bisa kembali hidup," tegas Pramono dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/8/2025). Ia menambahkan bahwa peningkatan penggunaan QRIS juga diiringi lonjakan signifikan NPWP pedagang dan transaksi e-commerce, masing-masing naik lebih dari 40%.

Lebih lanjut, Pramono menekankan pentingnya literasi digital dalam mendorong percepatan transformasi digital ini. "Digitalisasi tidak bisa dihindarkan. Tetapi, kalau proses literasinya tidak dilombakan, para perbankannya tidak diadu, pasarnya tidak diamati, pasti tidak akan terjadi lompatan, lonjakan," jelasnya. Ia melihat lonjakan penggunaan QRIS sebagai bukti nyata keberhasilan kolaborasi dan strategi yang diterapkan.

Dukungan Penuh dari Bank Jakarta

Bank Jakarta turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inisiatif digitalisasi pasar tradisional ini. Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global dan berbudaya. "Kami memandang digitalisasi pasar tradisional sebagai bagian dari transformasi ekosistem keuangan Jakarta. Upaya ini tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi melalui QRIS dan EDC, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi para pelaku UMKM untuk masuk dalam sistem keuangan formal," ujar Agus. Bank Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi.

Testimoni dari Pasar Mayestik

Kepala Pasar Mayestik, Dewi Ratna Furi, juga memberikan testimoninya. Ia menilai kolaborasi dengan Bank Jakarta dalam program digitalisasi pasar merupakan langkah strategis yang krusial. "Ini bukan sekadar tren, tapi sebuah kebutuhan untuk memastikan pasar tradisional tetap relevan dan berdaya saing di tengah era ekonomi digital," kata Dewi. Ia menekankan pentingnya literasi keuangan yang diberikan oleh industri perbankan dalam mendukung keberhasilan program ini.

Peningkatan signifikan penggunaan QRIS di pasar tradisional DKI Jakarta ini menunjukkan potensi besar digitalisasi dalam memajukan ekonomi kerakyatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di sektor pasar tradisional.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar