Poros Informasi – Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menegaskan komitmennya untuk menempatkan koperasi sebagai garda terdepan dalam upaya pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah-wilayah pascabencana, khususnya di Sumatra. Melalui inisiatif "Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra," Kemenkop UKM berupaya memastikan bahwa sektor koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi motor penggerak kebangkitan masyarakat yang terdampak.
Kerugian Signifikan dan Tantangan Koperasi di Zona Bencana

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa sejumlah koperasi di tiga provinsi utama – Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) – mengalami dampak serius akibat bencana alam. Data menunjukkan, di Sumatra Utara saja, bencana banjir dan tanah longsor telah mengakibatkan kerugian finansial bagi koperasi mencapai angka fantastis, yakni Rp37,72 miliar.
LPDB Hadapi Beban Mitra Terdampak
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa sembilan koperasi yang merupakan mitra Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) turut merasakan pukulan telak. Total kerugian yang diderita oleh koperasi-koperasi ini mencapai Rp20,66 miliar, dengan rincian lima koperasi di Aceh dan empat di Sumatra Utara. Angka ini menggarisbawahi urgensi intervensi cepat dan terarah untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka di tengah krisis.
Strategi Kemenkop UKM: Restrukturisasi dan Pendampingan Berkelanjutan
Menyikapi kondisi tersebut, Kemenkop UKM bersama LPDB telah merumuskan kebijakan restrukturisasi pembiayaan yang komprehensif bagi koperasi-koperasi yang terdampak. Langkah ini dirancang untuk meringankan beban finansial mereka dan mencegah kolapsnya usaha, sekaligus memberikan nafas baru bagi operasional mereka.
Nafas Baru Melalui Relaksasi Pembiayaan
LPDB telah mengimplementasikan serangkaian upaya restrukturisasi, termasuk pemberian grace period atau masa tenggang pembayaran, serta perpanjangan tenor pinjaman hingga 60 bulan. "Upaya monitoring secara menyeluruh akan terus kami lakukan guna memastikan keberlanjutan kegiatan usaha koperasi di masa mendatang," tegas Ferry, seperti dikutip porosinformasi.co.id pada Minggu (4/1/2026). Komitmen ini menunjukkan pendekatan proaktif Kemenkop UKM dalam menjaga stabilitas ekosistem koperasi dan memitigasi risiko pascabencana.
Solidaritas Koperasi: Bantuan Kemanusiaan dan Komitmen Jangka Panjang
Selain intervensi ekonomi, Kemenkop UKM juga aktif menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan melalui "Gerakan Koperasi Peduli Bencana Sumatra." Bantuan ini mencakup berbagai kebutuhan dasar yang krusial bagi penyintas, mulai dari pembalut wanita, hygiene kit, toilet portabel, alat penyulingan air, mainan anak, paket makanan bayi, mushaf Al-Qur’an, hingga kain kafan.
Total donasi yang berhasil dihimpun dari gerakan solidaritas koperasi ini mencapai Rp1,86 miliar. "Kami berkomitmen untuk terus menambah anggaran guna memperkuat kegiatan Gerakan Koperasi Peduli ini," pungkas Menteri Ferry. Pernyataan ini menegaskan visi Kemenkop UKM untuk tidak hanya memulihkan ekonomi, tetapi juga membangun resiliensi sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang rentan bencana, menciptakan ekosistem yang lebih tangguh di masa depan.






