Poros Informasi – Sebuah babak baru dalam pengelolaan sumber daya mineral strategis Indonesia telah dibuka. Pemerintah Indonesia dan raksasa tambang global asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), resmi meneken kesepakatan krusial yang menjamin kelanjutan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga tahun 2061. Perjanjian ini tidak hanya memperpanjang izin usaha pertambangan khusus (IUPK) selama dua dekade, namun juga diiringi komitmen investasi fantastis senilai triliunan rupiah yang siap mengalir ke kas negara dan perekonomian nasional.
Latar Belakang dan Detail Kesepakatan

Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari penguatan kemitraan di sektor mineral kritis antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang juga terangkum dalam kerangka perjanjian dagang resiprokal kedua negara. Perpanjangan IUPK ini secara spesifik mencakup periode 20 tahun, dimulai dari tahun 2041 dan berakhir pada 2061. Ini menjadi jaminan keberlanjutan operasional PTFI di tengah dinamika pasar komoditas global dan kebutuhan mineral strategis, memastikan stabilitas pasokan dan penerimaan negara dari sektor pertambangan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menegaskan bahwa komitmen strategis ini telah diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di sela-sela gelaran Business Summit di Washington D.C., Amerika Serikat. Rosan, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, menekankan pentingnya kesepakatan ini bagi masa depan industri pertambangan nasional.
"Ini merupakan langkah maju yang signifikan. MoU antara Freeport dan Pemerintah Indonesia telah ditandatangani, di mana kami mewakili atas mandat yang diberikan," jelas Rosan dalam sebuah konferensi pers virtual yang diakses porosinformasi.co.id, Jumat (20/2/2026). Pernyataan ini menggarisbawahi legitimasi dan dukungan penuh pemerintah terhadap kelanjutan kemitraan ini.
Komitmen Investasi Raksasa dan Dampaknya
Inti dari kesepakatan ini adalah komitmen Freeport-McMoRan untuk menggelontorkan investasi tambahan yang masif di Indonesia. Nilainya mencapai USD20 miliar, atau setara dengan sekitar Rp337,76 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.888 per dolar AS. Suntikan modal ini akan direalisasikan selama dua dekade ke depan, sejalan dengan periode perpanjangan IUPK.
Implikasi Ekonomi Jangka Panjang
Perpanjangan izin dan komitmen investasi ini membawa implikasi ekonomi jangka panjang yang substansial bagi Indonesia. Stabilitas operasional PTFI hingga 2061 akan memberikan kepastian pasokan mineral kritis, khususnya tembaga dan emas, yang sangat dibutuhkan industri global. Selain itu, investasi sebesar Rp337 triliun berpotensi menciptakan ribuan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Papua, serta meningkatkan penerimaan negara dari pajak dan royalti. Ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di sektor pertambangan, khususnya dalam konteks hilirisasi mineral.
Prospek Kemitraan Strategis
Lebih dari sekadar transaksi bisnis, kesepakatan ini juga mencerminkan penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam kerangka perjanjian dagang resiprokal. Sektor mineral kritis menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Kepercayaan yang diberikan kepada Freeport-McMoRan untuk melanjutkan operasinya menunjukkan pengakuan atas kapasitas teknis dan komitmen investasi perusahaan, sekaligus menegaskan peran Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok mineral global. Kemitraan ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi di masa depan, tidak hanya di sektor pertambangan tetapi juga di bidang-bidang strategis lainnya.
Dengan perpanjangan IUPK dan gelontoran investasi jumbo ini, Indonesia tidak hanya mengamankan kelangsungan salah satu aset tambang terbesarnya, tetapi juga membuka peluang besar untuk akselerasi pembangunan ekonomi dan hilirisasi industri mineral di masa depan. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi nasional.






