Dari Kopassus ke BPJS: Misi Khusus Dokter Prihati?

Renita

Dari Kopassus ke BPJS: Misi Khusus Dokter Prihati?

Poros Informasi – Sebuah keputusan strategis yang menarik perhatian publik telah diambil oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk periode 2026-2031. Penunjukan ini menandai pergantian kepemimpinan dari Ali Ghufron Mukti, yang masa jabatannya akan berakhir pada Februari 2026. Latar belakang Prihati yang unik sebagai mantan dokter komando pasukan khusus menjadi sorotan utama, memicu spekulasi mengenai arah baru pengelolaan jaminan kesehatan nasional.

Latar Belakang Penunjukan dan Visi Baru

Dari Kopassus ke BPJS: Misi Khusus Dokter Prihati?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penunjukan Prihati Pujowaskito sebagai pucuk pimpinan BPJS Kesehatan diresmikan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 17/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Pengawas dan Keanggotaan Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Langkah ini disebut-sebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola dan memastikan kesinambungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang vital bagi jutaan rakyat Indonesia.

"Penetapan ini merupakan bagian dari penguatan tata kelola dan kesinambungan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," ujar Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, di Jakarta, Kamis (19/2/2026), seperti dikutip oleh porosinformasi.co.id. Pernyataan ini mengindikasikan adanya keinginan untuk membawa efisiensi dan disiplin lebih lanjut dalam operasional BPJS Kesehatan.

Jejak Karier Prihati Pujowaskito: Dari Medan Laga ke Meja Kebijakan

Yang menarik perhatian adalah latar belakang Prihati Pujowaskito yang tidak biasa di dunia birokrasi kesehatan sipil. Ia mengawali kariernya sebagai dokter komando pasukan khusus (Kopassus) dari tahun 1990 hingga 2000. Pengalaman di medan tugas yang menuntut kedisiplinan tinggi, pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan, serta kemampuan manajerial dalam situasi krisis, diyakini menjadi modal berharga bagi Prihati dalam memimpin BPJS Kesehatan.

Manajemen BPJS Kesehatan, dengan cakupan kepesertaan yang masif dan tantangan operasional yang kompleks, memerlukan pemimpin dengan visi strategis dan eksekusi yang tangguh. Kehadiran sosok dengan latar belakang militer seperti Prihati diharapkan dapat membawa pendekatan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada hasil dalam menghadapi berbagai isu, mulai dari efisiensi anggaran hingga peningkatan kualitas layanan bagi peserta JKN.

Penguatan Tata Kelola dan Susunan Direksi Baru

Bersamaan dengan penunjukan Dirut, Presiden juga menetapkan jajaran direksi baru BPJS Kesehatan periode 2026-2031. Para direksi ini memiliki peran krusial dalam menjalankan operasional harian BPJS, memastikan setiap peserta memperoleh manfaat sesuai haknya.

Rizzky Anugerah menjelaskan bahwa direksi berfungsi melaksanakan operasional BPJS guna menjamin peserta memperoleh manfaat sesuai haknya. Tugas mereka meliputi pengelolaan BPJS secara menyeluruh, mulai dari perencanaan strategis, pelaksanaan operasional, hingga evaluasi kinerja. Selain itu, direksi juga bertanggung jawab mewakili BPJS di dalam maupun di luar pengadilan, serta memastikan Dewan Pengawas dapat menjalankan fungsi pengawasan dengan optimal.

Secara internal, direksi berwenang menetapkan struktur organisasi dan sistem kepegawaian, menyelenggarakan manajemen sumber daya manusia (SDM) yang efektif, menetapkan tata kelola pengadaan barang dan jasa, serta melakukan pengelolaan dan pemindahtanganan aset sesuai batasan nilai dan mekanisme yang diatur undang-undang.

Berikut adalah susunan Direksi BPJS Kesehatan periode 2026–2031:

  • Prihati Pujowaskito (Direktur Utama)
  • Abdi Kurniawan Purba (Direktur)
  • Akmal Budi Yulianto (Direktur)
  • Bayu Teja Muliawan (Direktur)
  • Fatih Waluyo Wahid (Direktur)
  • Setiaji (Direktur)
  • Vetty Yulianty Permanasari (Direktur)
  • Sutopo Patria Jati (Direktur)

Penunjukan Prihati Pujowaskito dan jajaran direksi baru ini diharapkan dapat membawa angin segar dan inovasi dalam pengelolaan JKN, menjawab berbagai tantangan yang ada, serta meningkatkan kualitas layanan bagi seluruh peserta di masa mendatang.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar