Pasar Jepang dan Korea Selatan Tertekan, Kripto Bisa Jadi Pemenang?

Usman

Poros Informasi – Gejolak tak terduga melanda bursa saham Jepang dan Korea Selatan, menyusul meredupnya euforia seputar narasi kecerdasan buatan (AI) yang sebelumnya memicu lonjakan signifikan. Di Korea Selatan, Indeks Kospi kini resmi memasuki fase bear market teknis, setelah anjlok lebih dari 20% dari puncak historisnya bulan lalu. Situasi serupa terlihat di Jepang, di mana Indeks Nikkei 225 kembali melemah pada Jumat, bergerak mendekati level terendah dalam lebih dari sebulan. Tekanan utama datang dari saham-saham sektor chip dan teknologi, yang sebelumnya menjadi motor penggerak utama reli AI.

Menariknya, di tengah turbulensi pasar saham ini, Jepang dan Korea Selatan justru tengah merintis jalur hukum yang lebih terang bagi aset digital. Kondisi kontras ini memunculkan pertanyaan krusial: mungkinkah aset kripto menjadi sektor yang paling diuntungkan dari pergeseran regulasi dan sentimen pasar ini?

Pasar Jepang dan Korea Selatan Tertekan, Kripto Bisa Jadi Pemenang?
Gambar Istimewa : s.w.org

Ketika Reli AI Mulai Kehilangan Momentum

Koreksi tajam pada Kospi terjadi setelah indeks tersebut mencatat kenaikan luar biasa sepanjang tahun. Pada puncaknya, Kospi melonjak 116%, menempatkan Korea Selatan sebagai salah satu pasar saham terbesar keenam di dunia. Namun, sebagian besar kenaikan ini didukung oleh penggunaan leverage yang sangat tinggi. Posisi leveraged bets di Korea Selatan mencapai rekor 29,2 triliun won, atau sekitar US$19,7 miliar, pada awal Juli.

Investor ritel berbondong-bondong masuk ke ETF saham tunggal yang terkait dengan raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, demi mendapatkan eksposur ke sektor AI. Ketika sentimen pasar mulai berbalik arah, leverage yang sebelumnya mempercepat kenaikan, kini justru memperbesar tekanan jual secara eksponensif. Beberapa analis bahkan membandingkan kondisi ini dengan pasar saham Tiongkok pada tahun 2015, ketika utang margin dan euforia ritel memicu koreksi besar yang menghapus nilai pasar triliunan dolar.

Tekanan serupa juga melanda Jepang. Saham-saham teknologi terkemuka seperti Tokyo Electron, Advantest, dan SoftBank Group mencatat pelemahan signifikan. Kekhawatiran terhadap valuasi AI yang dinilai terlalu tinggi juga merembet ke saham Taiwan, menambah daftar panjang pasar yang tertekan.

Jepang dan Korea Selatan Membuka Pintu untuk Aset Digital

Di tengah kemerosotan pasar saham, kedua negara ekonomi maju ini justru menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat kerangka hukum aset digital.

Reformasi Regulasi Kripto di Jepang

Parlemen Jepang mengesahkan amandemen Undang-Undang Instrumen Keuangan dan Bursa (Financial Instruments and Exchange Act) pada 15 Juli. Aturan baru ini secara fundamental mengubah klasifikasi kripto, dari sekadar alat pembayaran menjadi produk keuangan. Dengan perubahan ini, aset digital mulai disejajarkan dengan instrumen investasi tradisional seperti saham dan obligasi. Kerangka hukum ini juga mencakup larangan insider trading, kewajiban keterbukaan informasi dari penerbit aset, serta sanksi pidana hingga 10 tahun penjara bagi pelanggar.

Jepang juga memperkenalkan rencana pajak flat 20% untuk aset kripto, yang diperkirakan mulai berlaku Januari 2028. Skema ini menggantikan tarif progresif sebelumnya yang dapat mencapai sekitar 55%, sebuah langkah yang diharapkan dapat menarik lebih banyak investor. Kerangka baru ini juga membuka peluang hadirnya ETF kripto spot domestik di Jepang. Meskipun persetujuan belum pasti, sejumlah bursa disebut mulai mengincar listing pertama sekitar tahun 2027.

Pengakuan Aset Digital di Korea Selatan

Sementara itu, Korea Selatan mengambil pendekatan berbeda melalui Undang-Undang Dasar Aset Nasional (National Asset Basic Act). Aturan ini mengakui aset digital sebagai bagian dari kekayaan negara, sejajar dengan aset fisik seperti properti dan kekayaan intelektual. Undang-undang tersebut mencakup sekitar 1.400 triliun won aset publik dan menggantikan kerangka lama yang sudah berlaku sejak tahun 1950. Agenda ini juga mencakup potensi penerbitan obligasi pemerintah yang ditokenisasi (tokenized government bonds) dan security tokens untuk aset real estat milik negara.

Akankah Adopsi Kripto Melonjak?

Tim Riset Poros Informasi menilai bahwa kombinasi tekanan pasar saham dan kejelasan regulasi kripto menjadikan Jepang dan Korea Selatan sebagai wilayah penting untuk dicermati. "Di Jepang, tabungan rumah tangga diperkirakan mendekati US$13 triliun. Jika hanya sebagian kecil dari dana tersebut berpindah ke aset digital, dampaknya dapat menjadi signifikan bagi pasar kripto global," ujar seorang analis.

Namun, belum ada jaminan bahwa koreksi pasar saham akan secara otomatis mendorong investor untuk beralih ke aset kripto. Investor yang merugi akibat leverage di sektor AI bisa saja memilih aset yang lebih aman daripada mengambil risiko di pasar kripto yang masih dikenal dengan volatilitasnya.

Meskipun demikian, regulasi yang lebih jelas dapat membangun fondasi penting bagi partisipasi institusional dalam jangka panjang. Aturan baru ini menciptakan lingkungan yang lebih terstruktur dan dapat dipercaya bagi investor besar. Untuk saat ini, Jepang dan Korea Selatan menunjukkan pola yang menarik. Saat pasar saham teknologi mengalami tekanan, kedua negara justru memperkuat infrastruktur hukum untuk aset digital. Jika tren ini berlanjut, aset kripto berpotensi mendapat tempat yang jauh lebih besar dalam sistem keuangan Asia.

Investasi dan trading kripto aman hanya di porosinformasi.co.id. Ikuti Google News Poros Informasi untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

porosinformasi.co.id berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar