Bursa Kripto Anjlok ke Titik Terendah 2024: Sinyal Bahaya dari Tekanan Makroekonomi Global!

Amalia Citra

Amalia Citra

Bursa Kripto Anjlok ke Titik Terendah 2024: Sinyal Bahaya dari Tekanan Makroekonomi Global!
Bursa Kripto Anjlok ke Titik Terendah 2024: Sinyal Bahaya dari Tekanan Makroekonomi Global!

Anjloknya Bursa Kripto: Level Terendah Sejak Awal 2024, Tekanan Makro Jadi Biang Kerok

Poros Informasi – 17 Juli 2026 | Kuartal kedua tahun 2026 menjadi periode yang kelam bagi para investor aset digital. Laporan terbaru dari CoinGecko mengungkap fakta mengejutkan: pasar kripto turun ke level terendah sejak 2024, soroti tekanan makro yang kian mendominasi sentimen investor. Total kapitalisasi pasar aset kripto global dilaporkan menyusut 12,6%, mengakhiri kuartal ini di angka US$2,1 triliun. Angka ini menandai rekor terendah sejak September 2024, sekaligus melanjutkan tren pelemahan pasar selama tiga kuartal berturut-turut.

Puncak tekanan terjadi pada bulan Juni, ketika pasar mengalami koreksi paling tajam sepanjang kuartal kedua. Analisis mendalam menunjukkan bahwa beberapa faktor makroekonomi global menjadi pemicu utama pelemahan ini. Sikap hawkish dari The Federal Reserve Amerika Serikat yang mengindikasikan potensi kenaikan suku bunga lebih lanjut, ketegangan geopolitik yang berfluktuasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta aksi jual simbolis Bitcoin oleh Strategy, semuanya berkontribusi pada sentimen negatif yang merayap.

Stablecoin dan Volume Trading Ikut Terpukul

Dampak pelemahan tidak hanya terasa pada kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Sektor-sektor krusial dalam ekosistem kripto juga menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Kapitalisasi pasar stablecoin, yang seharusnya menjadi aset ‘pelarian’ saat pasar bergejolak, justru turun 1,6% menjadi US$305,1 miliar. Angka ini merupakan level terendah yang dicapai stablecoin sejak kuartal ketiga 2023, mengindikasikan adanya penarikan dana dari aset yang relatif aman sekalipun.

Lebih lanjut, volume trading spot di centralized exchange (CE) dilaporkan anjlok 27,9% sepanjang kuartal kedua, mencapai US$1,95 triliun. Penurunan signifikan ini menggarisbawahi melemahnya aktivitas perdagangan langsung di tengah sentimen pasar yang memburuk. Tak ketinggalan, volume perpetual trading di CE pun turut tergerus 10%, turun dari US$14,1 triliun pada kuartal pertama menjadi US$12,7 triliun di kuartal kedua 2026.

Altcoin Spekulatif dan Koin Baru Menarik Perhatian di Tengah Badai

Meskipun mayoritas pasar kripto mengalami tekanan, tidak semua sektor tenggelam. Beberapa segmen justru berhasil mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Volume prediction market melonjak 48,7% secara kuartalan, mencapai US$113,8 miliar. Di ranah tokenized collectibles, Collector Crypto tampil dominan dengan menguasai 62,8% pangsa pasar pada Juni 2026.

CoinGecko juga menyoroti adanya divergensi yang semakin jelas di pasar. Aset kripto blue-chip cenderung tertekan, sementara sebagian altcoin yang bersifat spekulatif justru mampu menarik minat investor. Salah satu contoh yang menonjol adalah Hyperliquid atau HYPE, yang berhasil menembus 10 besar aset dengan kapitalisasi terbesar. Lonjakan HYPE dikaitkan dengan sentimen positif terkait potensi ETF baru, geliat prediction market, dan kesepakatan strategis dengan Coinbase.

Bitcoin Terperosok, Mencerminkan Tekanan Pasar yang Lebih Luas

Bitcoin, sebagai aset kripto unggulan, tidak luput dari gelombang pelemahan. Memulai kuartal kedua dengan performa impresif, Bitcoin sempat mencatatkan kenaikan sekitar 27% dari awal April hingga pertengahan Mei. Namun, tren positif tersebut berbalik arah secara drastis. Bitcoin kemudian mengalami koreksi tajam sekitar 30%, bahkan sempat menembus level psikologis US$58.000 untuk pertama kalinya sejak September 2024.

Pergerakan harga Bitcoin ini menjadi cerminan dari tekanan yang juga dialami oleh aset kripto besar lainnya. Meskipun beberapa altcoin seperti HYPE menunjukkan ketahanan yang lebih baik, mayoritas pasar tetap berada di bawah tekanan akibat kombinasi faktor makroekonomi global dan melemahnya permintaan investor terhadap aset berisiko.

Tim Riset Tokocrypto mengonfirmasi bahwa laporan CoinGecko menggambarkan kondisi pasar kripto pada kuartal kedua 2026 yang tidak hanya diwarnai koreksi harga, tetapi juga penurunan aktivitas pada metrik-metrik penting seperti stablecoin, spot trading, dan perpetual trading. Kondisi pasar saat ini masih menunjukkan sentimen yang hati-hati. Pemulihan diperkirakan akan sangat bergantung pada perubahan kebijakan The Fed, stabilitas geopolitik global, serta kembalinya minat investor terhadap aset berisiko.

Kondisi ini menegaskan bahwa pasar kripto turun ke level terendah sejak 2024 bukan tanpa sebab. Tekanan makroekonomi global menjadi faktor dominan yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar. Di tengah ketidakpastian ini, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Situasi ini juga menunjukkan bahwa pasar kripto turun ke level terendah sejak 2024 adalah peringatan bagi para investor untuk tidak mengabaikan faktor makroekonomi yang lebih luas.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar