Perang Investor: Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah?

Amalia Citra

Amalia Citra

Perang Investor: Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah?
Perang Investor: Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah?

Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah?

Poros Informasi – 18 Juli 2026 | Harga Bitcoin kembali menghadapi rintangan signifikan di level US$65.000. Upaya untuk menembus level psikologis ini pasca rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, ternyata belum mampu bertahan lama. Tekanan jual yang kuat kembali muncul, membatasi potensi reli aset kripto utama ini. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin dilaporkan melemah tipis sekitar 0,13%, diperdagangkan di kisaran US$64.720 setelah sempat menyentuh area US$65.000.

Sentimen Makro Membaik, Namun Reli Terhalang Penjual

Pemicu awal kenaikan harga Bitcoin adalah rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat yang menunjukkan perlambatan inflasi. Data CPI AS dilaporkan turun 0,4% secara bulanan pada Juni setelah disesuaikan secara musiman, membawa inflasi tahunan ke level 3,5%. Angka penurunan bulanan ini merupakan yang terdalam sejak April 2020. Sementara itu, PPI naik 5,5% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan ekonom yang sebesar 6,2%.

Penurunan data inflasi ini secara signifikan mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Para pelaku pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga lanjutan semakin kecil. Berdasarkan data CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada Juli turun drastis menjadi 10,2%, dibandingkan dengan 24,6% pada pekan sebelumnya. Sentimen makroekonomi yang membaik ini seharusnya menjadi angin segar bagi aset berisiko seperti Bitcoin.

Dua Kelompok Investor Menghadang Reli Bitcoin

Namun, meskipun sentimen makro membaik, Bitcoin tetap kesulitan mempertahankan momentum kenaikannya. Analisis dari Glassnode mengungkapkan bahwa kenaikan harga BTC langsung diimbangi oleh tekanan jual dari dua kelompok investor utama. Kelompok pertama adalah para long-term holders (LTH) atau pemegang jangka panjang yang memilih untuk menjual aset mereka guna meminimalkan kerugian. Kelompok kedua adalah short-term holders (STH) atau pemegang jangka pendek yang membeli Bitcoin di dekat titik terendah dan kini memanfaatkan momentum pemulihan harga untuk mengambil keuntungan.

Kedua kelompok investor ini secara bersamaan melakukan aksi jual ketika harga Bitcoin mulai naik, menciptakan hambatan di area resistance. Fenomena ini menjelaskan mengapa Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah? masih menjadi pertanyaan krusial di kalangan analis.

Tanda-Tanda Pelemahan Tekanan Jual

Meskipun aksi jual masih terasa kuat, data on-chain memberikan sinyal positif bahwa tekanan tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan jika dilihat dalam konteks siklus pasar yang lebih luas. Glassnode mencatat bahwa porsi long-term holders yang melakukan penjualan asetnya tidak lagi mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pasokan dari pemegang lama yang biasanya muncul setiap kali Bitcoin reli, mulai menipis.

Menariknya, dalam banyak fase pasar sebelumnya, long-term holders cenderung mendominasi penjualan dengan merealisasikan keuntungan. Namun kali ini, arus penjualan dari pemegang lama yang berada dalam posisi untung justru mulai mengering. Sebagian besar penjualan yang masih terjadi berasal dari pemegang lama yang terpaksa melepas aset dalam kondisi rugi. Metrik Entity-Adjusted Long-Term Holder Realized Loss juga menunjukkan tren penurunan setelah mencapai puncaknya sekitar dua minggu lalu. Penurunan metrik ini dianggap sebagai salah satu prasyarat penting bagi pemulihan yang lebih berkelanjutan. Jika tekanan jual dari long-term holders terus melemah, Bitcoin berpotensi memiliki ruang lebih besar untuk melanjutkan kenaikan.

Level US$69.000 Menjadi Ujian Berikutnya

Di sisi lain, data akumulasi menunjukkan adanya peningkatan minat beli saat Bitcoin berada di titik terendah pada bulan Juni. Pembelian terlihat dari berbagai ukuran dompet (wallet), baik kecil maupun besar. Namun, konfirmasi pemulihan yang kuat masih belum sepenuhnya terlihat. Trader derivatif memang mulai mengurangi posisi bearish mereka, tetapi pembelian di pasar spot belum sepenuhnya mengikuti laju tersebut.

Arus masuk ke ETF Bitcoin spot AS tercatat positif, dengan US$181 juta pada 14 Juli dan US$108 juta pada 15 Juli. Meskipun angka ini menjanjikan, arus masuk tersebut perlu berlanjut secara konsisten untuk dapat menopang reli yang lebih kuat. Level penting berikutnya yang harus diperhatikan berada di sekitar US$69.000. Area ini merepresentasikan harga pokok (break-even price) bagi para short-term holders, atau titik impas bagi banyak pembeli baru.

Jika Bitcoin berhasil menembus dan bertahan di atas US$69.000, peluang pemulihan lanjutan akan semakin terbuka lebar. Sebaliknya, jika kembali tertolak di area tersebut, BTC berisiko tetap bergerak dalam rentang harga yang terbatas. Untuk saat ini, pasar Bitcoin berada dalam fase krusial. Pertanyaan Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah? masih menggantung, karena meskipun tekanan jual mulai menunjukkan tanda melemah, permintaan spot masih perlu meningkat secara signifikan agar BTC dapat keluar dari zona resistance dan melanjutkan tren pemulihan.

Situasi ini menegaskan kembali bahwa pasar kripto selalu dinamis. Analis tetap mengamati dengan cermat indikator on-chain dan sentimen pasar untuk memprediksi pergerakan selanjutnya. Laporan mengenai Bitcoin Tertahan di US$65.000, Aksi Jual Mulai Melemah? ini menunjukkan adanya pergeseran kekuatan antara pembeli dan penjual, namun konklusi akhir masih membutuhkan konfirmasi lebih lanjut.

Investasi dan trading aset kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk pembaruan berita crypto dan unduh aplikasi trading Bitcoin & Crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar