IKN Bukan Pindah Kantor, Tapi Lompatan Peradaban Baru?

Renita

IKN Bukan Pindah Kantor, Tapi Lompatan Peradaban Baru?

Poros Informasi – Jakarta – Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar proyek relokasi geografis, melainkan sebuah kanvas besar untuk merancang ulang fondasi tata kelola pemerintahan Indonesia. Demikian penegasan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Rini Widyantini, dalam sebuah kesempatan yang dilaporkan porosinformasi.co.id. Ia melihat IKN sebagai momentum emas untuk membangun birokrasi masa depan yang adaptif dan berorientasi pada kemajuan.

Transformasi Tata Kelola: Dari Relokasi Menuju Revolusi Birokrasi

IKN Bukan Pindah Kantor, Tapi Lompatan Peradaban Baru?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

IKN, menurut Rini, adalah kesempatan langka untuk meninjau kembali dan mendefinisikan ulang cara kerja negara, mekanisme pengambilan keputusan, hingga penyelenggaraan pelayanan publik yang lebih terintegrasi dan responsif. Kualitas birokrasi yang akan tumbuh dan berkembang di jantung Nusantara ini diyakini akan menjadi cerminan peradaban baru Indonesia di kancah global.

Visi "smart governance" menjadi pilar utama yang ingin dibangun sejak awal di IKN. Ini bukan tentang menambal sulam sistem lama, melainkan menciptakan arsitektur pemerintahan yang cerdas dari nol. Konsep layanan berbagi pakai, seperti shared office dan shared system, akan menjadi tulang punggung kolaborasi antarinstansi, mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas, serta mempercepat dan mengefisienkan proses kerja.

ASN IKN: Arsitek Peradaban Digital dan Pelopor Perubahan

Menyongsong Era Disrupsi dengan Adaptasi Cepat

MenPANRB juga menyoroti bahwa IKN lahir di tengah era disrupsi yang menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga memimpin perubahan. ASN IKN diharapkan mampu bekerja secara lintas sektor, mengelola potensi konflik kepentingan, menghadirkan layanan yang terintegrasi, membangun budaya melayani, dan bergerak menuju shared outcome atau hasil bersama yang optimal.

Kualitas Manusia sebagai Fondasi Kota Cerdas

"ASN IKN merupakan pelopor yang bukan hanya menata, namun mereka juga memulai dari awal, bukan hanya memperbaiki sistem, namun mereka membangun satu peradaban dan tata kelola baru yang nantinya ketika para ASN datang sudah disiapkan," ujar Rini, pada Senin (16/1/2026). Pernyataan ini menegaskan peran strategis ASN sebagai pionir yang membentuk masa depan birokrasi.

Kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas, tegas MenPANRB, terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Aparatur dituntut untuk terus mengasah diri, meningkatkan kompetensi, dan memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem digital yang akan menjadi fondasi utama tata kelola pemerintahan di masa mendatang. Ini adalah panggilan untuk ASN agar menjadi agen perubahan yang cakap dan visioner, siap menghadapi tantangan zaman demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar