Inflasi Naik ke 3,23%, Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 6%!

Renita

Inflasi Naik ke 3,23%, Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 6%!

Poros Informasi – Tekanan inflasi tahunan Indonesia tercatat menyentuh angka 3,23 persen pada periode Oktober 2026. Meski angka kenaikan harga ini menjadi sorotan, pemerintah menyatakan tetap optimis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen di penghujung tahun 2026 tetap berada dalam jalur yang tepat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fluktuasi harga saat ini masih berada dalam koridor yang terkendali. Menurutnya, angka tersebut masih selaras dengan target sasaran inflasi yang telah ditetapkan bersama Bank Indonesia (BI), yakni di kisaran 2,5 persen dengan margin toleransi plus minus 1 persen.

Inflasi Naik ke 3,23%, Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh 6%!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Stabilitas Harga dan Dampak Positif ke Sektor Pertanian

Airlangga menjelaskan bahwa kenaikan inflasi yang terjadi saat ini tidak perlu dipandang sebagai ancaman serius bagi stabilitas makroekonomi. Ia menyoroti bahwa sebagian kenaikan harga justru memberikan dampak positif bagi kesejahteraan para produsen pangan di tingkat hulu.

Kesejahteraan Petani di Tengah Kenaikan Harga

"Inflasi saat ini masih berada dalam rentang 2,5 persen plus minus 1 persen. Pemerintah tidak merasa khawatir karena kenaikan yang terjadi juga berkaitan erat dengan peningkatan pendapatan para petani kita," ungkap Airlangga usai menghadiri rapat kabinet di Istana Negara, Senin (2/11/2026).

Pemerintah menilai, selama inflasi masih dalam batas wajar, kenaikan harga komoditas tertentu justru menjadi angin segar bagi sektor pertanian untuk memperkuat struktur ekonomi pedesaan.

Strategi Pemerintah Menjaga Daya Beli Masyarakat

Untuk mengantisipasi gejolak harga yang lebih tinggi, terutama pada komoditas pangan pokok seperti beras, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang konkret. Fokus utama pemerintah adalah memastikan masyarakat berpendapatan rendah tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Optimalisasi Bantuan Pangan dan Stimulus Nataru

Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah penyaluran bantuan pangan secara masif. Airlangga menyebutkan bahwa distribusi bantuan beras sebesar 30 kg per keluarga menjadi kunci untuk meredam tekanan inflasi di tingkat konsumen.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan strategi besar untuk menjaga momentum konsumsi domestik menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini mencakup:

  • Penguatan Sektor Ekspor-Impor: Pemerintah terus mendorong aktivitas perdagangan luar negeri untuk menjaga neraca perdagangan tetap positif.
  • Stimulus Konsumsi Domestik: Melalui berbagai program diskon spesial dan promosi belanja untuk memacu perputaran uang di masyarakat.
  • Gelontoran Bansos Jumbo: Pemerintah telah mengalokasikan dana bantuan sosial (bansos) sekitar Rp30 triliun guna memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.

Dengan kombinasi kebijakan perlindungan sosial dan dorongan pada sektor perdagangan, pemerintah meyakini bahwa daya beli masyarakat akan tetap terjaga, sehingga mesin pertumbuhan ekonomi tetap bisa berlari kencang menuju target 6 persen.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar