Limbah Dapur Jadi Bahan Bakar Pesawat? Ini Strategi Baru Pertamina!

Renita

Limbah Dapur Jadi Bahan Bakar Pesawat? Ini Strategi Baru Pertamina!

Poros Informasi – Langkah revolusioner tengah dipersiapkan oleh Pertamina dalam upaya mempercepat transisi energi di Indonesia. Melalui anak perusahaannya, Pertamina Patra Niaga, perusahaan energi pelat merah ini mulai serius menggarap potensi minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) untuk diubah menjadi produk energi bernilai tinggi.

Bukan sekadar pengelolaan limbah biasa, inisiatif ini bertujuan untuk membangun ekosistem energi berkelanjutan yang mampu menyuplai kebutuhan bahan bakar masa depan, mulai dari sektor penerbangan hingga kendaraan darat.

Limbah Dapur Jadi Bahan Bakar Pesawat? Ini Strategi Baru Pertamina!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Transformasi Minyak Jelantah Menjadi Bahan Bakar Masa Depan

Selama ini, minyak jelantah seringkali dianggap sebagai limbah rumah tangga maupun industri kuliner yang tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, di tangan Pertamina, limbah ini dipandang sebagai aset strategis untuk memproduksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat berkelanjutan.

Selain untuk sektor aviasi, pengumpulan UCO ini juga diproyeksikan menjadi bahan baku utama dalam pengembangan Green Gasoline atau bensin hijau. Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat tekanan global terhadap pengurangan emisi karbon di sektor transportasi semakin meningkat.

Membangun Rantai Pasok Melalui Partisipasi Masyarakat

Untuk memastikan ketersediaan bahan baku yang stabil, Pertamina Patra Niaga tidak bekerja sendirian. Perusahaan tengah memperkuat ekosistem pengumpulan dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat dan mitra strategis.

Strategi pengumpulan ini dilakukan secara terstruktur melalui berbagai kanal, termasuk menggandeng koperasi-koperasi lokal. Dengan melibatkan sektor rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, Pertamina berupaya menciptakan rantai pasok bahan baku alternatif yang kuat dari hulu ke hilir.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mengoptimalkan sumber daya lokal. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya fokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dari agenda transisi energi nasional.

Dengan adanya ekosistem ini, limbah yang sebelumnya mencemari lingkungan kini dapat dikonversi menjadi energi bersih yang mendukung keberlanjutan ekonomi dan kelestarian alam.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar