Pendapatan BELI Melejit 46%, Strategi Omnichannel Berhasil?

Renita

Pendapatan BELI Melejit 46%, Strategi Omnichannel Berhasil?

Poros Informasi – PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) menunjukkan performa finansial yang sangat impresif sepanjang tahun berjalan. Perusahaan yang bergerak di sektor perdagangan digital ini berhasil membukukan lonjakan pendapatan neto yang signifikan hingga mencapai angka Rp22,24 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026 (9M26).

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, pertumbuhan ini mencatatkan kenaikan sebesar 46% secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut melompat jauh dari capaian Rp15,24 triliun yang diraih pada periode 9M25.

Pendapatan BELI Melejit 46%, Strategi Omnichannel Berhasil?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Lonjakan Kinerja Kuartalan dan Efisiensi Operasional

Tren positif ini tidak hanya terlihat pada akumulasi tahunan, namun juga pada performa kuartalan. Pada kuartal III-2026 (3Q26) saja, BELI berhasil mengantongi pendapatan neto sebesar Rp7,41 triliun. Angka ini tumbuh 31% yoy jika disandingkan dengan pendapatan kuartal III-2025 yang berada di level Rp5,64 triliun.

Manajemen mengungkapkan bahwa pertumbuhan eksponensial ini merupakan buah dari perbaikan efisiensi operasional yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kinerja EBITDA juga menjadi indikator kuat bahwa perusahaan semakin sehat secara fundamental.

Diversifikasi Segmen Bisnis dan Kekuatan Omnichannel

Keberhasilan BELI dalam mendongkrak pendapatan tidak lepas dari kontribusi positif di seluruh lini bisnisnya. Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan, terdapat beberapa faktor kunci yang mendorong pertumbuhan ini:

  • Ritel Pihak Pertama (1P): Segmen ini menjadi motor penggerak utama, terutama melalui penetrasi pasar pada kategori produk smartphone dan perlengkapan olahraga.
  • Ekspansi Omnichannel: Strategi penguatan jaringan toko fisik yang terintegrasi dengan platform digital terbukti efektif memperluas jangkauan pasar.
  • Sektor OTA dan Institusi: Bisnis Online Travel Agent (OTA) serta segmen layanan institusi juga menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.

Peningkatan Profitabilitas dan Take Rate

Tidak hanya sekadar mengejar volume penjualan, BELI juga menunjukkan kemampuan dalam menjaga kualitas profitabilitas. Hal ini terlihat dari kenaikan take rate perseroan yang mencapai 9,1% pada periode 9M26, meningkat dari angka 8,4% pada tahun sebelumnya. Bahkan, pada kuartal III-2026 secara spesifik, take rate perusahaan mampu menyentuh angka 9,3%.

Kenaikan margin ini selaras dengan pertumbuhan laba bruto sebelum diskon (gross profit before discount/GPBD) yang tumbuh 20% yoy selama sembilan bulan pertama 2026. Secara lebih spesifik, pada kuartal III-2026, GPBD tercatat mengalami pertumbuhan yang lebih agresif yakni sebesar 26% yoy. Kondisi ini memberikan sinyal optimisme bagi para investor terhadap keberlanjutan pertumbuhan bisnis Global Digital Niaga di masa mendatang.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tags

Tinggalkan komentar