700 Titik Harta Karun di Laut RI, Mayoritas dari China!
Jejak Jalur Sutra di Perairan Nusantara

Direktur Sumber Daya Kelautan Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Frista Yorhanita, menjelaskan bahwa mayoritas BMKT tersebut berasal dari kapal-kapal China yang melewati jalur sutra kuno. Jalur perdagangan ini melintasi perairan strategis seperti Sumatera dan Jawa, menjadikannya lokasi potensial ditemukannya artefak berharga.
Nilai Ekonomi Belum Bisa Ditaksir
Meski potensi jumlah titik sudah teridentifikasi, nilai ekonomi dari BMKT ini masih belum dapat ditentukan secara pasti. Frista menekankan bahwa penilaian baru bisa dilakukan setelah proses pengangkatan dan taksasi resmi oleh Kementerian Keuangan. Penilaian ini mencakup identifikasi, pembagian, dan penentuan nilai ekonomi dari setiap artefak yang berhasil diangkat.
"Nilainya belum bisa ditaksir. Potensi kasar tidak bisa dijadikan acuan karena barang-barang ini kan barang antik, harus dilihat dulu, pecah atau tidak itu nilainya sudah beda jauh," ujarnya.
Proses pengangkatan dan pengelolaan BMKT ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara, serta membuka peluang penelitian sejarah maritim Indonesia.






