Tambang Emas Martabe Dituding Picu Banjir Sumatera? Ini Jawaban PTAR!

Renita

Tambang Emas Martabe Dituding Picu Banjir Sumatera? Ini Jawaban PTAR!

Poros Informasi – PT Agincourt Resources (PTAR), operator Tambang Emas Martabe, dengan tegas membantah tudingan bahwa aktivitas pertambangan mereka menjadi penyebab bencana longsor dan banjir bandang yang menghancurkan Tapanuli Selatan, termasuk Desa Garoga. Perusahaan menilai tuduhan tersebut terlalu dini dan tanpa dasar ilmiah yang kuat.

Cuaca Ekstrem Jadi Biang Kerok?

 Tambang Emas Martabe Dituding Picu Banjir Sumatera? Ini Jawaban PTAR!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

PTAR berpendapat bahwa banjir bandang dan longsor di berbagai wilayah lebih disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem. Siklon Senyar, menurut mereka, menjadi pemicu hujan lebat yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra utara, termasuk kawasan Hutan Batang Toru.

Curah Hujan Tertinggi dalam Setengah Abad

Perusahaan menjelaskan bahwa curah hujan yang terjadi merupakan salah satu yang tertinggi dalam 50 tahun terakhir. Akibatnya, Sungai Garoga tidak mampu menampung volume air dan material yang terbawa arus.

"Hujan dengan intensitas luar biasa melanda secara merata seluruh Sumatra bagian utara, termasuk kawasan Hutan Batang Toru, yang merupakan hulu dari sungai-sungai utama seperti Sungai (Aek) Garoga, Aek Pahu, dan Sungai Batang Toru," demikian pernyataan resmi PTAR, Sabtu (6/12/2025).

Sumbatan Kayu Perparah Bencana

PTAR menambahkan bahwa banjir bandang diperparah oleh sumbatan material kayu yang masif di Jembatan Garoga I dan II. Ketika sumbatan mencapai titik kritis pada 25 November sekitar pukul 10.00 WIB, dua anak Sungai Garoga bergabung menjadi satu aliran baru yang menghantam Desa Garoga.

Baca Juga

Ikuti Kami

Tags

Tinggalkan komentar