Poros Informasi – Menjelang bulan suci Ramadan, KAI Commuter kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung mobilitas masyarakat, bahkan saat waktu berbuka puasa tiba di tengah perjalanan. Sebuah kebijakan khusus telah diberlakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah para pengguna Commuter Line, sebuah langkah strategis yang mengintegrasikan kebutuhan spiritual dengan efisiensi transportasi publik.
Pedoman Berbuka Puasa yang Efisien dan Nyaman di KRL

KAI Commuter secara resmi mengizinkan para pengguna Commuter Line untuk membatalkan puasa Ramadan di dalam kereta. Namun, kelonggaran ini datang dengan serangkaian pedoman yang dirancang untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan kolektif. Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, pada Rabu (18/2/2026), menjelaskan bahwa pengguna diperbolehkan berbuka dengan makanan dan minuman ringan.
"Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," tegas Karina. Pernyataan ini menyoroti pentingnya etika komunal dalam ruang publik, di mana interaksi antarindividu sangat intens. Pembatasan pada jenis makanan dan kuantitas konsumsi bertujuan untuk meminimalisir potensi gangguan bagi penumpang lain dan menjaga kebersihan gerbong.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, petugas KAI Commuter akan proaktif menginformasikan waktu berbuka puasa, baik di dalam kereta maupun di area stasiun. Inovasi lainnya adalah penyediaan fasilitas water station atau dispenser air minum gratis. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh pengguna dengan membawa botol minum (tumbler) pribadi, sebuah langkah yang tidak hanya praktis tetapi juga mendukung gaya hidup ramah lingkungan dan efisiensi pengeluaran bagi penumpang.
Stabilitas Operasional di Tengah Bulan Penuh Berkah
Meskipun ada penyesuaian kebijakan untuk berbuka puasa, KAI Commuter memastikan bahwa stabilitas operasional dan jadwal perjalanan tidak terganggu selama bulan Ramadan. Ini merupakan komitmen untuk menjaga produktivitas dan mobilitas masyarakat yang bergantung pada layanan transportasi publik ini.
Untuk wilayah Jabodetabek, KAI Commuter tetap mengoperasikan sebanyak 1.065 perjalanan setiap hari, mulai pukul 04.00 hingga 24.00 WIB. Sementara itu, pelayanan Commuter Line Basoetta juga berjalan normal dengan 70 perjalanan setiap hari, dan Commuter Line Merak dengan 14 perjalanan.
Di luar Jabodetabek, layanan Commuter Line Yogyakarta-Palur tetap mengoperasikan sebanyak 27 perjalanan setiap hari, dan Commuter Line Prameks dengan 10 perjalanan. Konsistensi jadwal ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional KAI Commuter dalam menghadapi peningkatan kebutuhan transportasi selama periode khusus seperti Ramadan, sekaligus memastikan roda perekonomian tetap berputar.
Dampak Positif bagi Komunitas Komuter
Kebijakan yang diimplementasikan KAI Commuter ini mencerminkan pemahaman mendalam terhadap dinamika dan kebutuhan spesifik penggunanya selama periode Ramadan. Dengan panduan yang jelas mengenai berbuka puasa dan dukungan fasilitas seperti water station, KAI Commuter tidak hanya memfasilitasi ibadah, tetapi juga meningkatkan pengalaman perjalanan secara keseluruhan. Ini adalah upaya strategis untuk menjaga standar kenyamanan, ketertiban, dan efisiensi perjalanan harian, yang pada akhirnya berkontribusi pada produktivitas dan kesejahteraan komuter.






