Poros Informasi – Indonesia kembali menarik perhatian investor raksasa. Kali ini, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), melalui delegasi bisnisnya, menunjukkan minat serius untuk menggenjot sektor agribisnis dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tanah Air. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor komoditas unggulan Indonesia ke pasar global.
Mengincar Potensi Hortikultura Premium Nusantara

Pertemuan strategis antara Kementerian Perdagangan dan delegasi bisnis Tiongkok baru-baru ini menguak potensi besar. Mendag Budi Santoso memaparkan bahwa para pebisnis dari Negeri Tirai Bambu siap menanamkan modal di sektor hortikultura. Fokus utama investasi ini adalah pada penguatan dan pengembangan rantai pasok untuk komoditas hortikultura premium yang menjadi andalan Indonesia, seperti durian, alpukat, manggis, dan buah naga merah.
Lebih lanjut, injeksi modal ini juga akan mencakup pembangunan sistem pengadaan langsung yang efisien, peningkatan fasilitas pra-pendinginan (pre-cooling) untuk menjaga kualitas produk, penyortiran yang lebih modern, serta optimalisasi dan modernisasi gudang pendingin. Langkah-langkah ini krusial untuk memastikan produk hortikultura Indonesia memenuhi standar kualitas internasional dan memiliki daya saing tinggi.
Dorongan Ekspor dan Fasilitasi Pemerintah
"Kami memiliki ambisi besar agar produk-produk unggulan Indonesia yang melimpah ruah dapat terserap secara optimal melalui jalur ekspor," tegas Mendag Budi Santoso dalam pernyataan resminya yang diterima Poros Informasi pada Jumat (31/7/2026). Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen penuh untuk memfasilitasi rencana investasi ini, termasuk dalam hal menjembatani para investor dengan mitra usaha lokal yang potensial dan sesuai. Dukungan penuh ini diharapkan mempercepat realisasi investasi dan memberikan dampak positif bagi petani dan pelaku usaha di sektor terkait.
Kemitraan Jangka Panjang dan Transfer Teknologi
Sherman Yan, Partner Management ONC Lawyers dan salah satu perwakilan delegasi bisnis Tiongkok, menggarisbawahi komitmen mereka. Menurut Yan, kehadiran delegasi ini bukan sekadar untuk investasi sesaat, melainkan untuk membangun kemitraan strategis jangka panjang yang selaras dengan visi pembangunan ekonomi Indonesia.
Selain injeksi modal, para pengusaha Tiongkok juga bertekad untuk mendukung pengembangan UMKM, memfasilitasi transfer teknologi mutakhir, dan meningkatkan nilai tambah produk-produk Indonesia. Tujuannya jelas: agar produk lokal semakin kompetitif dan mampu bersaing di panggung perdagangan internasional. Kolaborasi ini menandai babak baru dalam upaya Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi domestik, sekaligus memperkuat posisinya di kancah perdagangan internasional melalui sinergi strategis dengan mitra global.






