Poros Informasi – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kesiapannya untuk menggulirkan kebijakan diskon tarif listrik bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa inisiatif ini sedang dalam tahap perhitungan mendalam sebelum diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Kementerian ESDM 2025 pada Kamis, 8 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa permohonan diskon listrik ini datang dari sejumlah kepala daerah di wilayah yang dilanda bencana. "Prinsipnya, Kementerian ESDM akan memberikan diskon," tegas Bahlil, sembari menambahkan bahwa pihaknya kini fokus menghitung detail seperti durasi pemberian diskon dan estimasi biaya yang dibutuhkan.

Komitmen Pemerintah untuk Warga Terdampak
Bahlil menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menghadapi kesulitan masyarakat. "Perhitungannya sedang berjalan, dan saya pastikan akan melaporkannya kepada Presiden agar pemerintah hadir dalam melihat persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya, menunjukkan empati dan respons cepat terhadap situasi darurat. Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga yang tengah berjuang memulihkan diri pasca-bencana.
Penanganan Sektor ESDM di Lokasi Bencana
Selain diskon listrik, Bahlil juga menyoroti upaya maksimal sektor ESDM dalam memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG, atau elpiji), dan pasokan listrik di area bencana. "Sampai hari ini, Alhamdulillah, sektor ESDM terus melakukan peningkatan dan perbaikan pelayanan, baik untuk BBM maupun LPG," katanya. Meskipun mengakui adanya tantangan infrastruktur di beberapa kabupaten yang membutuhkan upaya besar, ia memastikan penyiapan dan distribusi terus berjalan tanpa henti, menunjukkan responsibilitas sektor energi dalam menjaga stabilitas pasokan di tengah krisis.






