Poros Informasi – 02 Juli 2026 | Jakarta – Bos Binance, Changpeng Zhao atau yang akrab disapa CZ, baru-baru ini melontarkan prediksi yang membuat para pelaku pasar kripto bersemangat. Ia menyebutkan bahwa Bitcoin ke US$1 Juta pada 2033 sangat mungkin terjadi, dan membeberkan skenario di baliknya. Prediksi ini muncul dalam sebuah wawancara dengan media The Block, di mana CZ mengungkapkan optimismenya terhadap potensi pertumbuhan Bitcoin di masa depan.
Menurut CZ, target harga fantastis ini sangat mungkin tercapai jika adopsi Bitcoin terus meningkat secara eksponensial dalam beberapa siklus pasar ke depan. Ia menekankan bahwa tingkat kepemilikan Bitcoin secara global saat ini masih tergolong sangat rendah, memberikan ruang pertumbuhan permintaan yang masih terbuka lebar.
Kepemilikan Bitcoin Masih di Bawah 1 Persen, Potensi Pertumbuhan Besar
Mengutip Coingape, CZ memperkirakan jumlah individu yang memegang Bitcoin saat ini masih kurang dari 1% dari total populasi dunia atau kekayaan global. Angka kepemilikan yang minim ini menjadi salah satu pilar utama optimisme CZ terhadap prospek jangka panjang Bitcoin (BTC). Ia berargumen, jika semakin banyak investor ritel maupun institusi yang masuk ke pasar, maka permintaan terhadap aset digital terkemuka ini dapat meningkat secara signifikan.
Pandangan CZ ini bukan tanpa dasar. Sejarah menunjukkan bahwa adopsi yang meluas seringkali menjadi katalisator utama bagi kenaikan harga aset-aset inovatif. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin Bitcoin akan mengalami lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Adopsi Luas Menjadi Kunci Kenaikan Jangka Panjang
Lebih lanjut, CZ menggarisbawahi bahwa kenaikan Bitcoin ke level yang jauh lebih tinggi di masa depan akan lebih banyak ditentukan oleh adopsi yang luas, bukan semata-mata oleh spekulasi jangka pendek. Ia memproyeksikan, jika siklus pasar besar berikutnya mampu mendorong Bitcoin naik sekitar lima kali lipat, harga BTC bisa menyentuh angka US$600.000. Setelah itu, siklus berikutnya hanya perlu menggandakan nilai tersebut untuk membawa Bitcoin menembus rekor US$1 juta. Skenario ini menunjukkan bahwa perjalanan menuju Bitcoin ke US$1 Juta pada 2033 sangat mungkin jika momentum adopsi terus terjaga.
CZ: BITCOIN $BTC TO $1 MILLION BY 2033 IS “TOTALLY POSSIBLE”
CZ told The Block that Bitcoin holders in terms of wealth are “probably less than 1%,” meaning “the demand for Bitcoin can be significant.” He said if the next cycle goes 5x, Bitcoin could reach $600K, then the 2023… pic.twitter.com/TW9BOsIDmT
— Coin Bureau (@coinbureau) July 1, 2026
Target Waktu Masih Menjadi Perdebatan
Meskipun CZ menunjukkan optimisme yang kuat, ia mengakui bahwa kepastian mengenai kapan tepatnya Bitcoin akan mencapai angka US$1 juta masih sulit diprediksi. Namun, ia tetap melihat skenario tersebut sebagai sesuatu yang realistis dalam jangka panjang. Pandangan ini semakin memperkuat perdebatan di pasar mengenai apakah Bitcoin masih dapat mempertahankan statusnya sebagai aset pertumbuhan utama di tengah adopsi global yang terus berkembang pesat.
Sinyal Pasar Jangka Pendek: Kehati-hatian dan Konsolidasi
Di sisi lain, pasar jangka pendek masih menunjukkan sinyal kehati-hatian. Data terbaru menunjukkan bahwa Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat outflow bersih sekitar US$222,64 juta pada 30 Juni. Outflow terbesar datang dari ETF IBIT milik BlackRock, yang mencatat penarikan dana sekitar US$212,45 juta dalam satu sesi perdagangan.
Institusi Masih Berhati-hati, Namun Akumulasi Jangka Panjang Tetap Kuat
Fenomena outflow ETF ini mengindikasikan bahwa investor institusional masih menunjukkan sikap berhati-hati terhadap kondisi pasar Bitcoin saat ini. Tekanan harga, ketidakpastian makroekonomi, dan pelemahan sentimen pasar dapat membuat sebagian investor memilih untuk mengurangi eksposur jangka pendek mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa arus keluar harian ini belum sepenuhnya menghapus gambaran besar akumulasi jangka panjang yang terjadi di pasar ETF.
Meskipun terjadi outflow harian, total net inflow kumulatif spot Bitcoin ETF masih tercatat mencapai sekitar US$51,15 miliar. Total aset bersih ETF Bitcoin spot AS juga berada di sekitar US$70,95 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa minat terhadap instrumen investasi berbasis Bitcoin masih tetap besar, dengan nilai perdagangan harian mencapai sekitar US$2,53 miliar.
Analisis Teknikal: Bitcoin Bergerak di Area Konsolidasi
Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar US$59.742 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi yang cukup jelas. Pada grafik 4 jam, BTC terlihat berada di antara level support kuat di kisaran US$58.200 dan resistance utama di sekitar US$62.000. Pergerakan sideways ini terjadi setelah adanya penurunan tajam sebelumnya, di mana para pembeli (buyer) berulang kali mencoba mempertahankan area support.
Support US$58.200 Masih Bertahan, Kunci Pemulihan
Level US$58.200 menjadi area krusial yang perlu dipantau dalam jangka pendek. Bitcoin telah beberapa kali memantul dari area ini, menandakan bahwa para pembeli masih aktif mempertahankan support tersebut. Jika level ini mampu bertahan, BTC masih memiliki peluang untuk kembali menguji level resistance di atas US$60.000.
Resistance US$60.000 Jadi Ujian Awal Menuju USD 1 Juta
Untuk memperbaiki struktur jangka pendek dan membuka jalan menuju target yang lebih ambisius, Bitcoin perlu bergerak kuat melampaui US$60.000. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, para pembeli dapat mencoba mendorong BTC menuju resistance berikutnya di sekitar US$62.000. Penembusan (breakout) di atas US$62.000 akan menjadi sinyal yang lebih kuat bahwa momentum pemulihan mulai terbentuk, yang merupakan langkah awal menuju pencapaian Bitcoin ke US$1 Juta pada 2033.
Indikator Teknis Menunjukkan Sinyal Pemulihan
Indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence) mulai menunjukkan sinyal pemulihan ringan. Histogram MACD sedikit berubah menjadi positif, sementara garis MACD mencoba menembus garis sinyalnya. Meskipun belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren besar, sinyal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai berkurang dalam jangka pendek.
Selain itu, Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di zona positif, tercatat di sekitar 0,18, jauh di atas level nol. CMF yang positif menunjukkan bahwa masih ada aliran modal masuk ke dalam Bitcoin, meskipun harga belum mampu keluar dari area konsolidasi. Jika aliran modal ini terus bertahan, peluang Bitcoin untuk menembus level US$60.000 akan meningkat.
Risiko Penurunan Tetap Ada
Meskipun ada sinyal teknikal yang mulai membaik, risiko penurunan harga tetap terbuka. Jika Bitcoin kehilangan level support krusial di US$58.200, tekanan jual dapat kembali meningkat. Dalam skenario terburuk, target penurunan berikutnya berada di sekitar US$57.000, dan berpotensi berlanjut ke US$55.500 jika momentum bearish semakin menguat. Prediksi Bitcoin ke US$1 Juta pada 2033 tentu bergantung pada kemampuan aset ini melewati berbagai rintangan pasar.
Secara keseluruhan, outlook Bitcoin untuk jangka pendek masih cenderung netral hingga hati-hati karena harga masih tertahan dalam range konsolidasi. Para pembeli perlu berjuang untuk membawa BTC kembali menembus level US$60.000 dan US$62.000 guna membuka peluang pemulihan yang lebih kuat. Namun, dalam pandangan jangka panjang, optimisme CZ tetap menjadi sorotan utama, didorong oleh keyakinan pada potensi adopsi Bitcoin yang masih sangat rendah dan ruang pertumbuhan permintaan yang besar.







