Geger! Tim Trump Pindahkan Token TRUMP Rp 270 Miliar di Tengah Badai Regulasi CLARITY Act

Amalia Citra

Amalia Citra

Geger! Tim Trump Pindahkan Token TRUMP Rp 270 Miliar di Tengah Badai Regulasi CLARITY Act
Geger! Tim Trump Pindahkan Token TRUMP Rp 270 Miliar di Tengah Badai Regulasi CLARITY Act

Poros Informasi – 26 Juli 2026 | Perhatian komunitas kripto kembali tertuju pada tim di balik Official Trump (TRUMP) memecoin. Sebuah pergerakan on-chain signifikan terjadi, di mana tim tersebut memindahkan token TRUMP senilai hampir US$17 juta ke beberapa wallet kustodian Fireblocks. Peristiwa ini terjadi bertepatan dengan meningkatnya diskusi mengenai CLARITY Act dan jadwal unlock token TRUMP, menambah kompleksitas sentimen pasar.

Berdasarkan data yang dianalisis oleh Arkham Intelligence dan dikutip oleh CoinGape, tim TRUMP mentransfer total 16,84 juta token TRUMP senilai sekitar US$16,91 juta ke tiga alamat yang teridentifikasi sebagai Fireblocks Custody. Aktivitas ini sontak memicu spekulasi pasar. Wallet kustodian tersebut sebelumnya juga pernah menerima token TRUMP dan kemudian mengirimkannya ke BitGo, sebuah kustodian aset digital terkemuka lainnya. Arkham sendiri mempertanyakan apakah perpindahan ini terkait dengan distribusi token yang baru saja dibuka (unlock).

Spekulasi ini semakin menguat mengingat sebagian besar suplai token TRUMP masih dikendalikan oleh pihak-pihak yang terafiliasi atau disebut sebagai insider. Oleh karena itu, setiap pergerakan token dalam jumlah besar selalu menjadi sorotan utama para trader.

Detail Perpindahan Token ke Tiga Wallet Fireblocks

Perpindahan token TRUMP tidak dilakukan ke satu alamat saja, melainkan dibagi ke dalam tiga alamat berbeda di Fireblocks. Transfer pertama melibatkan sekitar 3,555 juta token TRUMP yang bernilai US$5,5 juta. Selanjutnya, tim memindahkan sekitar 3,596 juta token ke alamat kedua, dan kemudian sekitar 3,686 juta token ke alamat ketiga. Total nilai transfer pada saat transaksi berlangsung diperkirakan mencapai US$16,91 juta. Meskipun perpindahan ke kustodian tidak secara otomatis berarti token akan segera dijual, pasar tetap menganggap aktivitas ini sebagai sinyal penting yang patut dipantau.

Perhatian publik semakin terpusat karena tim TRUMP dilaporkan memiliki kemampuan untuk menjual hingga 96 juta token, yang setara dengan sekitar 9,6% dari total suplai. Jika dihitung berdasarkan harga saat ini, jumlah tersebut bernilai sekitar US$150 juta. Dari sisi tokenomik, sekitar 80% dari total suplai TRUMP saat ini berada di tangan entitas yang berafiliasi dengan Donald Trump dan masih terikat jadwal vesting hingga tahun 2028. Kondisi ini menjadikan isu suplai dan unlock sebagai salah satu perhatian utama bagi para pemegang token.

Pada saat laporan ini dibuat, token TRUMP diperdagangkan di kisaran US$1,57. Angka ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan, sekitar 83% dari level tertinggi tahunannya dan hampir 98% dari puncak yang sempat dicapai pada Januari 2025 di angka US$73,43. Data yang dikutip dalam laporan juga menyebutkan bahwa sekitar 1 juta pembeli telah mencatat kerugian gabungan hingga US$3,81 miliar. Fakta ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan suplai dari insider dapat memberikan beban tambahan bagi investor ritel.

CLARITY Act Menambah Tekanan Sentimen

Pergerakan besar token TRUMP ini terjadi di tengah kembali memanasnya pembahasan regulasi aset digital di Washington. Laporan menyebutkan bahwa Senate Majority Leader John Thune berupaya membawa CLARITY Act ke lantai Senat sebelum masa reses Agustus, meskipun peluang untuk mendapatkan 60 suara yang dibutuhkan masih belum pasti.

CLARITY Act sendiri merupakan rancangan undang-undang yang mengatur struktur pasar kripto dengan tujuan memperjelas pengawasan aset digital di Amerika Serikat. Namun, pembahasan RUU ini masih dihadapkan pada sejumlah isu krusial, termasuk aturan etika dan perlindungan konsumen. Salah satu poin yang menjadi perhatian serius adalah potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul terkait bisnis kripto Donald Trump, termasuk token TRUMP itu sendiri.

Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa pembahasan etika menjadi salah satu bagian penting dalam negosiasi CLARITY Act menjelang pemungutan suara di Senat. Oleh karena itu, perpindahan token TRUMP ke kustodian memicu diskusi hangat di komunitas kripto. Sebagian pelaku pasar menilai perpindahan ini bisa saja berkaitan dengan pengelolaan treasury atau persiapan distribusi token yang unlocked. Namun, tanpa adanya konfirmasi resmi dari pihak tim Trump, tujuan pasti dari transfer tersebut masih belum dapat dipastikan.

Risiko Unlock Tetap Menjadi Fokus Utama

Bagi para investor, isu utama yang dihadapi token TRUMP saat ini bukan hanya pergerakan harga harian, tetapi juga struktur kepemilikan token yang terkonsentrasi. Dengan porsi suplai yang besar berada di tangan insider, setiap proses unlock atau transfer dalam jumlah besar berpotensi menciptakan tekanan jual tambahan yang signifikan.

Perpindahan dana ke Fireblocks memang bisa diartikan sebagai penyimpanan institusional, manajemen kustodian, atau persiapan distribusi. Namun, pasar kripto cenderung bereaksi sangat sensitif terhadap aktivitas semacam ini, terutama ketika harga token sudah berada dalam tren penurunan yang tajam. Untuk saat ini, prospek token TRUMP terlihat masih lemah, dipengaruhi oleh kombinasi tekanan harga, risiko suplai yang besar, dan ketidakpastian regulasi.

CLARITY Act berpotensi menjadi katalisator besar bagi industri kripto di AS. Namun, untuk token yang secara langsung terkait dengan figur politik, pembahasan etika justru dapat menambah volatilitas yang sudah ada. Selama belum ada penjelasan resmi dari tim Trump mengenai tujuan pasti dari transfer ke Fireblocks, para trader kemungkinan akan terus memantau pergerakan wallet terkait. Jika token tersebut mulai bergerak ke bursa (exchange) atau terjadi distribusi besar-besaran, tekanan jual terhadap token TRUMP dapat meningkat kembali, menguji level-level support yang ada.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar