Tragis! Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 dari 113 yang Selamat dari Jurang Kebangkrutan

Amalia Citra

Amalia Citra

Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 yang Masih Cetak Profit: Pasar Token Baru Terus Menantang

Poros Informasi – 23 Juli 2026 | Data terbaru menunjukkan gambaran suram bagi para investor aset kripto baru. Mayoritas altcoin besar yang diluncurkan sejak awal 2024 tercatat masih mengalami kerugian bagi para pembeli awal. Berdasarkan analisis mendalam dari CryptoRank per 21 Juli 2026, hanya 8 dari 113 token besar yang berhasil mempertahankan perdagangannya di atas harga saat token generation event (TGE). Temuan ini secara tegas menggambarkan betapa pasar token baru saat ini masih sangat menantang dan penuh risiko.

Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa hype awal sering kali menjadi pemicu lonjakan harga saat sebuah token pertama kali meluncur. Namun, tekanan jual yang timbul dari proses token unlock dapat terus membebani harga aset tersebut dalam jangka waktu setelahnya. Data yang dianalisis ini secara spesifik mencakup token-token yang saat ini memiliki kapitalisasi pasar di atas US$100 juta. Meskipun telah difilter hanya untuk proyek-proyek besar, median return sejak peluncuran tetap berada di angka negatif yang signifikan, yaitu sekitar -95,7%. Angka ini mengindikasikan bahwa banyak token baru gagal mempertahankan valuasi awalnya pasca-pencatatan di bursa, memperkuat kekhawatiran bahwa euforia peluncuran seringkali tidak dibarengi dengan permintaan pasar yang berkelanjutan.

Banyak Token Baru Jatuh di Bawah Harga TGE, Investor Merugi

Laporan yang dipublikasikan oleh BeInCrypto, mengutip data CryptoRank, semakin menguatkan fakta bahwa mayoritas token yang diluncurkan sejak 2024 kini diperdagangkan jauh di bawah harga awal mereka. Kondisi ini selaras dengan temuan Memento Research pada Desember tahun lalu, yang mengungkap bahwa 84,7% token yang diluncurkan pada 2025 sudah tenggelam di bawah harga listing mereka. Dalam analisis Memento Research tersebut, 100 dari 118 token yang diteliti mencatat penurunan signifikan dari harga saat pertama kali diperdagangkan. Bahkan, median valuasi proyek-proyek ini juga mengalami penurunan drastis sekitar 71% sejak peluncuran.

Situasi pasar pada kuartal kedua 2026 tidak memberikan banyak kelegaan. Dalam rekapitulasi CryptoRank, sebanyak 82,1% dari 100 aset kripto terbesar mengalami penurunan nilai pada bulan Juni. Hampir seluruh kategori token utama yang dipantau juga mencatat median kerugian. Penting untuk dicatat bahwa angka-angka ini bahkan belum mencerminkan kondisi pasar secara penuh. Data CryptoRank hanya memasukkan token yang masih memiliki market cap di atas US$100 juta. Ini berarti, ribuan token kecil lainnya yang gagal dan tidak lagi memenuhi kriteria tersebut tidak ikut terhitung dalam analisis ini.

Dua Faktor Utama Kegagalan Token Baru

Dua faktor utama disebut menjadi penyebab utama mengapa banyak token baru terus melemah dan mengalami kerugian. Pertama, banyak proyek diluncurkan dengan valuasi awal yang terlampau tinggi, menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Kedua, jadwal token unlock yang terus berjalan menambah pasokan ke pasar, sementara permintaan tidak cukup kuat untuk menyerapnya. Hal ini menciptakan tekanan jual yang berkelanjutan.

Contoh nyata dari fenomena ini adalah Worldcoin (WLD). Meskipun sempat menjadi salah satu peluncuran paling ramai pada tahun 2024 dan bahkan kini memiliki pengajuan ETF dari Grayscale, harga WLD dilaporkan masih turun sekitar 97% dari puncaknya. Ini menunjukkan bahwa bahkan proyek dengan sorotan tinggi pun tidak luput dari volatilitas pasar yang ekstrem.

HYPE dan ONDO Masih Bertahan di Tengah Badai Kerugian

Di tengah lautan kerugian, hanya segelintir token yang berhasil bertahan dan mencetak profit. Hyperliquid (HYPE) muncul sebagai pemimpin di antara token yang masih profit. HYPE mencatat kenaikan luar biasa sekitar 1.519% sejak airdrop pada November 2024. Token ini diperdagangkan di kisaran US$61,52 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$13,7 miliar, menjadikannya salah satu aset kripto terbesar di pasar. Kekuatan utama HYPE berasal dari platform perpetuals exchange miliknya yang mampu menghasilkan pendapatan riil (fee), sebagian di antaranya digunakan untuk program pembelian kembali token (buyback). Selain itu, peluncuran ETF spot HYPE pada Mei lalu juga menambah sentimen positif terhadap aset ini.

Meskipun demikian, HYPE sendiri masih berada sekitar 20% di bawah rekor tertingginya yang sempat dicapai pada Juni di US$76,70. Ini menggarisbawahi bahwa bahkan token yang masih mencetak profit pun dapat mengalami koreksi signifikan dari level puncaknya.

Ondo (ONDO) menempati posisi kedua dengan kenaikan sebesar 101,4% dari harga peluncurannya. ONDO mendapatkan dorongan positif dari meningkatnya permintaan terhadap tokenisasi US Treasuries dan tren aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Namun, serupa dengan HYPE, meskipun masih berada di atas harga launch, ONDO juga mengalami penurunan sekitar 81% dari puncaknya yang terjadi pada Desember 2024 di US$2,14.

Selain HYPE dan ONDO, beberapa token lain yang berhasil bertahan di atas harga TGE antara lain EverValue Coin (EVA) dengan kenaikan 20,3%, serta Midnight Network (NIGHT), sebuah jaringan privasi yang terkait dengan Cardano, yang mencatat kenaikan 16,5%. CryptoRank tidak merinci empat token lainnya yang masih berada di atas harga TGE.

Risiko Token Unlock Tetap Menjadi Ancaman Utama

Ketika token baru dibuka untuk investor awal, tim, atau kontributor, peningkatan pasokan ke pasar menjadi tidak terhindarkan. Jika permintaan pasar tidak mampu mengimbangi pasokan baru ini, harga aset kripto tersebut akan dengan mudah tertekan. Oleh karena itu, para investor kini semakin cermat dalam memperhatikan struktur tokenomics, jadwal unlock, sumber permintaan yang nyata, serta kemampuan proyek untuk menghasilkan pendapatan.

Token yang terbukti mampu bertahan dalam jangka panjang biasanya memiliki utilitas yang jelas, menghasilkan pendapatan riil, atau didukung oleh aset yang kuat. Untuk saat ini, hanya sebagian kecil dari altcoin baru yang berhasil membuktikan ketangguhannya pasca-peluncuran. HYPE dan ONDO menjadi contoh token yang masih mampu mempertahankan posisinya di atas harga awal, namun mayoritas proyek lain justru menjadi bukti nyata bahwa hype peluncuran saja tidak cukup untuk menjaga harga dalam jangka panjang. Fenomena Mayoritas Altcoin Baru Rugi, Hanya 8 yang Masih Cetak Profit ini menjadi pengingat penting bagi investor untuk melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.

Investasi dan trading kripto yang aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Baca Juga

Ikuti Kami

[addtoany]

Tinggalkan komentar